Xi Jinping Titip Salam ke Prabowo, Sebut Indonesia Warna Baru Organisasi AI Dunia

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Presiden China Xi Jinping menitipkan salam hangat untuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah momen dialog informal, Xi Jinping menilai bahwa Indonesia mampu membawa warna baru yang positif di dalam peta organisasi kerja sama kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tingkat dunia.

Kabar tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Perbincangan hangat itu terjadi di sela-sela jamuan makan malam silaturahmi antara para pemimpin delegasi berbagai negara bersama Presiden Xi Jinping di Shanghai, China.

"Pertemuan dengan Bapak Presiden Xi Jinping itu dalam bentuk silaturahmi saat jamuan makan malam. Jadi, tentunya Presiden Xi Jinping menyampaikan salam hangat untuk Bapak Presiden Prabowo, dan kami dari delegasi Indonesia juga menyampaikan hal yang sama," ungkap Airlangga dalam konferensi pers daring langsung dari Shanghai, Jumat (17/7/2026) malam.

Airlangga sendiri bertindak sebagai pimpinan delegasi RI dalam perhelatan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026. Kehadiran Indonesia dalam forum ini sekaligus untuk meneguhkan posisinya sebagai salah satu negara pelopor pendiri Organisasi Kerja Sama AI Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Airlangga menambahkan bahwa Xi Jinping menaruh harapan besar terhadap keterlibatan aktif Indonesia bersama puluhan negara berkembang lainnya di wadah siber baru tersebut.

"Tentunya Presiden Xi Jinping sangat berharap bahwa dengan keikutsertaan Indonesia di dalam WAICO ini akan memberikan warna tersendangan, terutama bagi negara-negara di kawasan Indo-Pasifik," tuturnya.

Tonggak Sejarah: Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri WAICO

Indonesia kini resmi tercatat sebagai satu dari 29 negara pertama yang menginisiasi berdirinya WAICO. Penandatanganan piagam kerja sama global ini menjadi sejarah baru bagi ekosistem digital nasional sekaligus realisasi dari mandat langsung Presiden Prabowo Subianto.

"Pemerintah Indonesia diminta untuk ikut serta di dalam deklarasi pendirian organisasi kerja sama kecerdasan artifisial dunia ini," jelas Airlangga.

Selain Indonesia, peta kekuatan aliansi teknologi baru ini diisi oleh puluhan negara dari berbagai kawasan, antara lain:

  • Asia Tenggara: Kamboja, Myanmar, Laos, Malaysia, dan Indonesia.
  • Aliansi BRICS: Tiongkok, Brasil, Rusia, Ethiopia, dan Afrika Selatan.
  • Kawasan Afrika: Kenya, Kongo, Kamerun, Lesotho, Mozambik, Senegal, dan Zambia.
  • Kawasan Amerika Latin: Kuba, Nikaragua, dan Venezuela.
  • Kawasan Asia Tengah & Timur Tengah: Kazakhstan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tajikistan, Pakistan, dan Oman.
  • Kawasan Eropa Timur: Belarus dan Serbia.

Airlangga menginformasikan bahwa pendaftaran keanggotaan awal untuk kategori negara pendiri (founder) ini masih dibuka oleh panitia pusat hingga akhir Juli, tepatnya 31 Juli 2026.

Misi Mengawal Tata Kelola AI Global yang Adil

Menko Airlangga menerangkan bahwa keterlibatan intensif Indonesia di WAICO mengusung misi penting, yaitu mengawal regulasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan di masa depan. Indonesia ingin memastikan adopsi AI tetap berada di koridor yang aman serta memiliki payung etika yang jelas.

"Kehadiran Indonesia merupakan bagian dari komitmen nyata untuk membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan dari kecerdasan buatan itu sendiri," kata Airlangga.

Pemerintah Indonesia berharap hadirnya organisasi ini bisa meredam ketimpangan teknologi di dunia internasional. "Terutama, kita ikut agar pengembangan teknologi AI ke depan sifatnya inklusif, bertanggung jawab, aman, dan tidak dimonopoli, sehingga dapat memberikan manfaat secara bersama," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |