Mentan Janji Peremajaan Lahan Tebu Dua Tahun, Prabowo: Asal Jangan Sakit!

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan melakukan peremajaan lahan tebu secara masif di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil setelah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa lahan tebu di tanah air tercatat sudah 12 tahun tidak pernah menyentuh proses peremajaan.

Kondisi lahan yang didominasi tanaman tua tersebut berdampak langsung pada penurunan tingkat produktivitas gula nasional. Mendengar laporan itu, Presiden Prabowo langsung memerintahkan jajarannya untuk segera bergerak di lapangan.

"Tadi Menteri Pertanian menyampaikan kepada saya bahwa sudah 12 tahun tidak ada peremajaan tebu. Dua belas tahun! Kita sekarang akan meremajakan semua tebu yang kita miliki," ungkap Prabowo dalam agenda Panen Raya Serentak bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Pada cetak biru awalnya, Kementerian Pertanian memproyeksikan peremajaan lahan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun, sehingga target total 300 ribu hektare akan selesai dalam kurun waktu empat tahun. Namun, Mentan Amran optimis bisa memangkas durasi kerja menjadi jauh lebih singkat.

"Menteri Pertanian melapor kepada saya, program kita sekarang adalah 100 ribu hektar per tahun dan dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, 'Pak, kita bisa dalam dua tahun'," urai Prabowo menceritakan kembali obrolannya dengan Amran.

Mendengar kesanggupan yang tinggi tersebut, Kepala Negara memberikan restu, namun dengan satu syarat yang memicu gelak tawa: Mentan Amran dilarang jatuh sakit akibat mengejar target tersebut.

"Tapi saya bilang, 'Bagus, tapi jangan masuk rumah sakit'. Menteri Pertanian, janji? Dua tahun tapi you gak masuk rumah sakit? Negara dan bangsa masih butuh kau," tegas Prabowo, yang langsung disambut Amran dengan berdiri tegap menghadap Presiden dari barisan kursi undangan.

Prabowo juga berkelakar kepada para menteri dan jenderal TNI yang hadir agar senantiasa menjaga kesehatan di tengah padatnya agenda hilirisasi pangan. "Ya, menteri-menteri, jenderal-jenderal jangan ambruk. Kalau mau ilmu (rahasia sehat), nanti saya kasih," kelakarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |