Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Masuk Tahap Akhir, Tinggal Bahas Detail

5 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam pembicaraan gencatan senjata guna mengakhiri konflik antara AS-Israel dan Iran disebut telah "sebagian besar berhasil dinegosiasikan".

Dikutip dari aljazeera, Senin (25/5/2026), Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut juga akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski demikian, ia menegaskan prosesnya masih menunggu tahap finalisasi oleh negosiator Amerika Serikat dan Iran serta sejumlah negara lain yang terlibat.

Pernyataan itu disampaikan Trump usai melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan para pemimpin dan pejabat dari Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan, Yordania, Mesir, Turki, dan Bahrain.

Selain itu, Trump juga mengaku melakukan pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Aspek dan rincian akhir dari kesepakatan saat ini masih dibahas dan akan segera diumumkan," tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social miliknya.

Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya akan terus berupaya memfasilitasi dialog kedua pihak.

Sharif juga berharap Islamabad dapat menjadi tuan rumah perundingan AS-Iran berikutnya dalam waktu dekat.

Tanggapan Turki dan Mesir

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut menanggapi perkembangan tersebut. Dalam pernyataan resminya setelah pembicaraan berlangsung, Ankara menyambut positif kemajuan negosiasi yang telah dicapai.

Erdogan menyebut setiap kesepakatan nantinya berpotensi membuka jalur pelayaran secara bebas melalui Selat Hormuz, meski tidak menjelaskan lebih rinci mengenai mekanisme pelaksanaannya.

Sementara itu, Pemerintah Mesir dalam pernyataan terpisah meminta seluruh pihak memanfaatkan momentum diplomasi yang sedang berjalan agar dapat mencapai kesepakatan.

Pengumuman terbaru dari Trump ini menjadi perkembangan baru setelah sepekan sebelumnya ia sempat melontarkan ancaman kepada Iran.

Saat itu Trump menyatakan waktu bagi Iran untuk menyetujui gencatan senjata yang lebih permanen semakin menipis.

Namun, setelah itu Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya hampir memutuskan melanjutkan serangan, tetapi kemudian menundanya atas permintaan sejumlah negara Teluk.

Iran Lebih Hati-hati

Pernyataan Trump juga muncul tidak lama setelah Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir menyelesaikan kunjungan singkat ke Iran pada Sabtu.

Militer Pakistan menyebut kunjungan tersebut berlangsung singkat namun "sangat produktif". Dalam pernyataannya, militer Pakistan juga mengatakan terdapat "kemajuan yang menggembirakan" menuju kesepahaman akhir.

Meski demikian, pejabat Iran sebelumnya berulang kali menyampaikan kehati-hatian dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Sikap tersebut dipicu pengalaman sebelumnya, ketika AS dua kali melancarkan serangan militer ke Iran saat pembahasan mengenai program nuklir masih berlangsung.

Sejumlah isu juga masih menjadi batu sandungan menuju kesepakatan final. Beberapa di antaranya meliputi masa depan program nuklir Iran, pengaruh Teheran terhadap Selat Hormuz, keberadaan militer AS di kawasan Timur Tengah, serta akses Iran terhadap dana negara yang selama ini dibekukan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |