Trump Bantah Investasi di Iran Setelah Kesepakatan Damai

7 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuturkan, AS tidak akan investasi di Iran setelah nota kesepahaman disepakati. Hal itu merujuk pada sejumlah laporan syarat-syarat perjanjian damai yang melibatkan Washington yang mengizinkan pembentukan dana investasi US$ 300 miliar atau Rp 5.311 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.700) di Iran.

"Kami tidak menginvestasikan uang apapun di Iran. Rumor yang beredar kemarin itu konyol,” ujar Trump kepada wartawan di sela-sela KTT G7 di Evian, Prancis, dikutip dari CNBC, Selasa, (16/6/2026).

"Kami berhak untuk masuk suatu hari nanti dan melakukannya, jika saya ingin melakukan sesuatu, atau jika seseorang ingin melakukan sesuatu, tetapi kami tidak menginvestasikan uang apapun," ia menambahkan.

Beberapa jam sebelum meninggalkan AS menuju Prancis, Trump mengumumkan AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Pada Senin malam, dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebutkan, laporan AS akan membayar sejumlah besar uang kepada Iran sebagai berita palsu.

Tampaknya ia merujuk pada laporan mengenai syarat-syarat perjanjian dapat dapat melibatkan Washington yang mengizinkan pembentukan dana investasi US$ 300 miliar untuk Iran.

Wakil Presiden AS JD Vance menuturkan kepada CBS, itu semacam hal yang dapat diakses, didanai oleh Koalisi Pantai Teluk selama menghormati kewajibannya.

Trump juga mengatakan, kalau pihaknya mempertahankan “hubungan yang baik” dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Meski ia mengakui tidak menyukai cara Israel menangani perang dengan Hizbullah di Lebanon.

Israel menyetujui, gencatan senjata dengan Lebanon awal bulan ini, setelah berminggu-minggu operasi militer di selatan negara itu. Pada Minggu, Israel mengatakan militernya telah menyerang target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut.

"Saya memiliki hubungan yang baik dengan Benjamin, tetapi sekarang Benjamin harus lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon,” kata Trump.

"Lebanon dulunya adalah negara yang hebat. Saya akan mengatakan dari semua negara, mereka diperlakukan paling buruk, dan mereka tidak dapat membela diri, dan mereka memiliki Hizbullah, yang merupakan masalah bagi mereka, jadi sekarang saya tidak senang dengan cara Israel menangani Lebanon dan Hizbullah,” ia menambahkan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |