Top 3: Syarat dan Cara Daftar Magang Nasional Kemnaker 2026

20 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Program Magang Nasional yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi jembatan emas bagi para lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja profesional. Inisiatif ini dirancang untuk membekali talenta muda dengan pengalaman praktis dan keterampilan relevan yang dibutuhkan industri. Dengan demikian, program ini bertujuan mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Para peserta magang akan ditempatkan di berbagai perusahaan terkemuka, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, yang telah menjalin kerja sama dengan Kemnaker. Kesempatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga, tetapi juga memperbesar peluang karier di masa depan. Program ini terbuka bagi lulusan D3, D4, atau S1 yang memenuhi kriteria tertentu, dengan proses pendaftaran yang mudah diakses secara daring.

Melalui platform MagangHub Kemnaker, calon peserta dapat mendaftar dan memilih posisi magang yang sesuai dengan minat serta latar belakang pendidikan mereka. Proses ini melibatkan pembuatan akun SIAPKerja, pengisian data diri, hingga pengiriman lamaran secara digital. Program Magang Nasional ini juga menawarkan berbagai manfaat, termasuk uang saku setara UMK dan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta integrasi dengan KarirHub untuk 'estafet karier' pasca-magang.

Artikel Syarat dan Cara Daftar Magang Nasional Kemnaker 2026 mencuri perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Rabu, (27/5/2026):

1. Syarat dan Cara Daftar Magang Nasional Kemnaker 2026

Program Magang Nasional yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi jembatan emas bagi para lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja profesional. Inisiatif ini dirancang untuk membekali talenta muda dengan pengalaman praktis dan keterampilan relevan yang dibutuhkan industri. Dengan demikian, program ini bertujuan mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Para peserta magang akan ditempatkan di berbagai perusahaan terkemuka, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta, yang telah menjalin kerja sama dengan Kemnaker. Kesempatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga, tetapi juga memperbesar peluang karier di masa depan. Program ini terbuka bagi lulusan D3, D4, atau S1 yang memenuhi kriteria tertentu, dengan proses pendaftaran yang mudah diakses secara daring.

Melalui platform MagangHub Kemnaker, calon peserta dapat mendaftar dan memilih posisi magang yang sesuai dengan minat serta latar belakang pendidikan mereka. Proses ini melibatkan pembuatan akun SIAPKerja, pengisian data diri, hingga pengiriman lamaran secara digital. Program Magang Nasional ini juga menawarkan berbagai manfaat, termasuk uang saku setara UMK dan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta integrasi dengan KarirHub untuk 'estafet karier' pasca-magang.

Berita selengkapnya baca di sini

2. PT PAL Mulai Praproduksi Kapal Selam TNI AL

PT PAL Indonesia mengungkapkan pembangunan kapal selam kelas Scorpene Evolved untuk TNI Angkatan Laut (TNI AL) kini memasuki tahap praproduksi. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi pertahanan laut nasional melalui kerja sama dengan perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan penguatan industri pertahanan nasional memiliki arti penting di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan rivalitas global di kawasan Asia Tenggara.

“Di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan dunia di kawasan ASEAN, keberadaan industri pertahanan yang kuat menjadi daya tawar strategis bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang disegani di regional,” kata Kaharuddin dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut dia, tahap praproduksi mencakup berbagai persiapan penting, mulai dari penyelesaian desain, penguatan sistem produksi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.

Seluruh tahapan tersebut dilakukan agar proses pembangunan kapal selam berjalan sesuai target sekaligus memenuhi standar kualitas internasional.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Danantara Resmi Bentuk Holding Kawasan Industri Indonesia

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi membentuk holding baru bernama Kawasan Industri Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperkuat pengelolaan kawasan industri sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di berbagai daerah.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan, pembentukan entitas baru itu diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan kawasan industri yang lebih terarah dan profesional. Selama ini, menurut dia, pengelolaan kawasan industri masih bercampur dengan berbagai lini bisnis lain sehingga dinilai belum berjalan optimal.

“Namanya nanti Kawasan Industri Indonesia, holding baru yang khusus mengurusi seluruh kawasan kita. Nanti kawasan industri kita ini akan menjadi salah satu harapan kita untuk menarik investor masuk,” kata Dony dikutip dari Antara, Selasa (26/5/2026).

Dony menilai penguatan kawasan industri menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investor. Dengan model pengelolaan yang lebih fokus, pemerintah berharap proses pengembangan kawasan industri dapat berjalan lebih efektif.

Ia menambahkan perubahan model bisnis juga menjadi bagian dari strategi baru tersebut. Pengelolaan kawasan nantinya tidak lagi dicampur dengan sektor bisnis lain agar seluruh proses dapat lebih terintegrasi.

Berita selengkapnya baca di sini

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |