Liputan6.com, Jakarta - Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026. Rupiah diperkirakan ditutup di kisaran Rp 17.800-Rp 17.850 per dolar Amerika Serikat (AS), sementara pergerakan selama sepekan diprediksi berada pada rentang Rp 17.500-Rp 18.000 per dolar AS. Analis prediksi, sentimen global membayangi rupiah terutama geopolitik di Timur Tengah.
"Nilai tukar rupiah diproyeksikan untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.800- Rp 17.850. Rupiah untuk sepekan Rp 17.500 - Rp 18.000," kata Ibrahim kepada Liputan6.com, Minggu (21/6/2026).
Adapun pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, rupiah ditutup melemah tipis 7 poin menjadi Rp 17.801 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 17.794 per dolar AS. Sepanjang perdagangan, mata uang rupiah bahkan sempat tertekan hingga 55 poin sebelum memangkas pelemahan menjelang penutupan.
"Pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, mata uang rupiah ditutup melemah tipis 7 poin sebelumnya sempat melemah 55 poin di level Rp 17.801 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.794," ujarnya.
Sentimen Global Masih Dominan
Ibrahim menjelaskan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi sejumlah sentimen global. Salah satunya adalah membaiknya kondisi geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri konflik serta memulihkan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut meningkatkan harapan pasokan minyak global kembali normal setelah sempat terganggu akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Prospek meningkatnya ekspor minyak Iran juga mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak melonjak hingga di atas US$ 120 per barel.
Meski demikian, pasar masih mencermati perkembangan terbaru setelah Israel kembali melancarkan serangan udara pada Kamis, 18 Juni 2026, yang memunculkan keraguan terhadap keberlanjutan kesepakatan damai tersebut.
Catatan MSCI Tambah Tekanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3337094/original/001943000_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-3.jpg)
Perbesar
Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada laporan terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria arus informasi (information flow) dalam laporan 2026 Global Market Accessibility Review.
"Penurunan peringkat ini mencerminkan minimnya transparansi pada data kepemilikan saham dan aktivitas pasar. Kondisi tersebut dinilai merusak proses pembentukan harga yang wajar serta membatasi kemampuan investor global dalam mengukur jumlah saham beredar (free float) yang sebenarnya dari perusahaan-perusahaan tercatat," ujarnya.
Selain isu transparansi, MSCI juga menyoroti keterbatasan pada pasar valuta asing yang kerap menjadi hambatan bagi para investor. "Tidak ada pasar mata uang lepas pantai (offshore) yang efisien, dan terdapat berbagai batasan pada pasar mata uang domestik (onshore) di Indonesia," ungkap riset MSCI.
MSCI juga menambahkan, tingkat liberalisasi valuta asing di Indonesia masih sangat terbatas. Namun, MSCI mengumumkan posisi Indonesia masih berada di level negara berkembang atau Emerging Market, karena Indonesia mendapat sejumlah keunggulan pada aspek keterbukaan pasar.
Bank Indonesia: Kepemilikan Asing di SRBI Bantu Penguatan Rupiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3029352/original/041405400_1579686482-20200122-Penguatan-Rupiah-5.jpg)
Perbesar
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengklaim, lonjakan kepemilikan nonresiden (asing) terhadap instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turut menopang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Adapun posisi SRBI pada 15 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 1.021,1 triliun. Dengan kepemilikan nonresiden yang meningkat menjadi Rp 238,1 triliun, atau 23,3 persen dari total outstanding.
"Sehingga itu turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia secara virtual, Kamis (18/6/2026).
Selain itu, penguatan sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia juga terus ditempuh untuk memperkuat neraca modal dan finansial. Guna mendukung ketahanan eksternal Indonesia sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dalam menghadapi gejolak global.
Hasilnya, ia mencontohkan, kurs rupiah pada 17 Juni 2026 yang sukses menghijau ke Rp 17.730 per dolar AS, atau menguat 0,76 persen point to point dibandingkan level akhir Mei 2026.
"Nilai tukar rupiah menguat, didukung respons kebijakan stabilisasi Bank Indonesia," kata Perry Warjiyo.
Salah satu kebijakan yang diambil pihak bank sentral yakni kembali menaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Setelah RDG mingguan per 9 Juni 2026 lalu suku bunga acuan pun dikerek naik ke level 5,50 persen.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258064/original/085561100_1781311459-AP26163743889781.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263987/original/067113800_1782043085-PLTS_di_Pulau_Sembur-21_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3029348/original/099783600_1579686479-20200122-Penguatan-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263145/original/015259900_1781860508-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_15.08.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258511/original/074475000_1781355026-WhatsApp_Image_2026-06-13_at_15.56.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263888/original/074262200_1782028382-Depositphotos_643683280_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263870/original/059767400_1782025319-Diskon_tiket_transportasi_selama_libur_sekolah_2026-21_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472769/original/036658900_1768375317-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3512400/original/081945800_1626405695-pinjaman_1scott-graham-OQMZwNd3ThU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567598/original/019487400_1777291586-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2936943/original/022933200_1570788961-20191011-Menikmati_Pemandangan_Kota_Manhattan_dari_Ketinggian-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563534/original/033369400_1776904230-AP26108447289863.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375019/original/011654100_1759909265-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4138840/original/056965600_1661742700-dawn-mcdonald-TIZmsrOw7vc-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4200228/original/023261200_1666438803-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528802/original/042524000_1773295370-IMG_2261.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4065051/original/024986500_1656310294-27_juni_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385524/original/064576200_1760934849-11__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1421897/original/020203900_1480514018-20161130-Produksi-Telur-Ayam-FF1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3456980/original/077160800_1621147028-cooperation-analyst-chart-professional-paper-economics_1418-47.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188322/original/019489300_1595493636-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978266/original/003602500_1574761799-20191126-Sosialisasi-IMEI-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806139/original/031123200_1557905838-20190515-Penukaran-Uang-untuk-Lebaran-di-IRTI-Monas-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502015/original/029520600_1770965157-Ketua_Dewan_Ekonomi_Nasional__DEN__Luhut_Binsar_Pandjaitan-13_Februari_2026c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535270/original/097408100_1773973777-08debdf3-2c35-4719-a6e6-2bbe385bdae7.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539209/original/082047000_1774593652-2a129685-2a4e-4829-b883-9b0bd8c1346c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3536675/original/057156600_1628587637-WhatsApp_Image_2021-08-10_at_14.51.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510212/original/093334800_1771822675-Konferensi_pers_APBN_kita-23_Februari_2026a.jpg)