Meneropong Prospek Rupiah Setelah Sentuh Rekor Terlemah

1 day ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah pada akhir perdagangan Jumat, 15 Mei 2026 dengan ditutup pada level Rp 17.597 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah ini disinyalir bakal terus berlanjut hingga akhir Mei 2026 yang didorong sentimen global.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi, kurs rupiah berpotensi tembus hingga Rp 18.000 per dolar AS pada bulan ini. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin mata uang Garuda bakal kembali menciptakan rekor-rekor baru lainnya. 

"Dalam perdagangan di bulan Mei ini kemungkinan besar Rp 18.000 akan tembus. Seandainya Rp 18.000 tembus di bulan Mei ini, ada kemungkinan besar rupiah akan menembus level Rp 22.000," ujar dia, Sabtu (16/5/2026). 

Ibrahim menyebut, rupiah memang harus melewati ujian yang sangat berat di libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Mulai dari bank sentral AS, The Fed yang berganti kepemimpinan hingga tensi geopolitik di Timur Tengah.

Kepemimpinan The Fed kini telah beralih dari Jerome Powell ke tangan Kevin Warsh. Sosok baru tersebut diprediksi bakal mempertahankan suku bunga acuan, imbas adanya kenaikan harga minyak yang berdampak terhadap inflasi.  

"Ini yang mengindikasikan bahwa mempertahankan suku bunga lebih tinggi lagi akan berdampak terhadap penguatan indeks dolar. Apalagi dibarengi dengan perang dagang nanti," kata Ibrahim. 

Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Di sisi lain, ia juga menyoroti pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping. Pada kesempatan itu, orang nomor 1 China turut memperingatkan Negeri Paman Sam agar tetap menjaga stabilitas di Selat Taiwan. 

Dari pertemuan ini juga terungkap, China masih ingin terus membeli minyak dari Iran. Alhasil, Negeri Tirai Bambu menawarkan diri untuk bantu menyelesaikan peperangan antara AS dan Iran. 

"Ini yang sebenarnya secara geopolitik, secara eksternal membuat dolar mengalami penguatan, harga minyak naik, rupiah melemah. Itu dari segi eksternal," imbuh Ibrahim. 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |