Lepas Peserta Magang Nasional 2025 Batch III, Kemnaker Siapkan Sertifikasi Kompetensi

4 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menuntaskan Program Pemagangan Nasional 2025 hingga Batch III. Setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan, para peserta kini akan mendapatkan kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan seluruh rangkaian Program Pemagangan Nasional 2025, mulai Batch I hingga Batch III, telah selesai dilaksanakan. Tahap berikutnya adalah membuka akses sertifikasi kompetensi bagi peserta yang telah menyelesaikan program.

“Sesudah magang ini, kami mau buka kesempatan kepada para peserta magang yang sudah selesai untuk melakukan sertifikasi kompetensi,” kata Yassierli di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, Kemnaker telah menyiapkan sekitar 20 bidang kompetensi yang dapat dipilih peserta untuk diuji di balai-balai pelatihan milik kementerian. Melalui skema tersebut, peserta tidak hanya memperoleh portofolio dan sertifikat magang, tetapi juga berpeluang mengantongi sertifikat kompetensi yang diakui.

Meski saat ini pilihan bidang sertifikasi masih terbatas, Yassierli menilai langkah tersebut menjadi nilai tambah bagi lulusan perguruan tinggi yang mengikuti program pemagangan.

Kemnaker juga telah mengevaluasi pelaksanaan Batch I yang diikuti sekitar 15.000 peserta. Hasilnya, program tersebut mendapat respons positif baik dari peserta maupun perusahaan tempat mereka menjalani magang.

“Ketika rapat kerja dengan Komisi IX, program ini juga mendapatkan apresiasi. Mereka mendengar langsung testimoni dari peserta dan perusahaan saat melakukan kunjungan kerja ke daerah,” ujarnya.

Sebaran Peserta

Meski demikian, pemerintah mencatat sejumlah hal yang perlu diperbaiki pada penyelenggaraan berikutnya. Salah satunya terkait sebaran peserta yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama Jakarta.

Menurut Yassierli, tingginya minat peserta untuk magang di ibu kota bisa dipengaruhi oleh faktor upah minimum yang lebih tinggi maupun keinginan memperoleh pengalaman kerja langsung di pusat pemerintahan dan bisnis. Ke depan, Kemnaker akan berupaya memperluas distribusi peserta agar lebih merata di berbagai wilayah dan provinsi.

Selain itu, Kemnaker juga ingin memperluas keterwakilan latar belakang program studi peserta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh lulusan perguruan tinggi memiliki akses yang setara terhadap program pemagangan.

“Kami ingin memberikan layanan yang sifatnya equal access untuk semua,” katanya.

Kemnaker juga mempertahankan kebijakan kuota khusus bagi penyandang disabilitas. Meski jumlahnya masih terbatas, pemerintah ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi difabel untuk memperoleh pengalaman kerja melalui program tersebut.

Yassierli menambahkan, perbaikan lain akan difokuskan pada aspek teknis, termasuk sistem monitoring dan evaluasi selama pelaksanaan magang.

Tingkatkan Kemampuan Peserta

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang terlibat, mulai dari perusahaan, kementerian, hingga lembaga yang telah menyediakan ruang belajar dan pengembangan kompetensi bagi peserta.

Berdasarkan hasil survei Kemnaker, program pemagangan terbukti meningkatkan kemampuan peserta, baik kompetensi teknis maupun soft skill. Penilaian peserta yang semula berada di kisaran angka 2 meningkat menjadi lebih dari 4 pada skala 5.

“Hasil evaluasi dari peserta itu juga divalidasi oleh para mentor mereka, sehingga terkonfirmasi terjadi peningkatan kompetensi,” ujarnya.

Yassierli juga mengapresiasi dukungan lintas kementerian, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Sekretariat Kabinet, Kementerian Sekretariat Negara, hingga Kementerian Keuangan yang sejak awal mengawal program tersebut.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berhasil memberikan kesempatan kepada sekitar 100.000 lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja selama enam bulan melalui Program Pemagangan Nasional.

Ke depan, Kemnaker akan terus memantau dampak program terhadap penyerapan tenaga kerja. Pemantauan dilakukan melalui tracer study yang akan dilaksanakan tiga bulan dan enam bulan setelah peserta menyelesaikan masa magang, guna melihat sejauh mana lulusan program terserap di dunia industri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |