Harga Pangan Hari Ini 29 Mei 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 83.850 per Kg

9 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan seperti cabai rawit merah tembus Rp 83.850 per kilogram (kg) dan cabai merah besar mencapai Rp 74.450 per kg pada Jumat, (29/5/2026) pukul 09.30 WIB. Sementara itu, harga telur ayam ras tembus Rp 29.250 per kg.

Demikian berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS)  Nasional yang dikelola Bank Indonesia, dikutip dari Antara, Jumat pekan ini.

Selain itu, berdasarkan data dari PIHPS, harga cabai merah keriting sentuh Rp 73.000 per kg dan cabai rawit hijau Rp 59.000 per kg.

Selain itu, harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya yaitu bawang merah di harga Rp 50.700 per kg dan bawang putih tembus Rp 39.000 per kg.

Kemudian, beras kualitas bawah I di harga Rp 14.400 per kg, beras kualitas bawah II Rp 15.350 per kg. Di sisi lain, beras kualitas medium I Rp 16.400 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp 16.300 per kg.

Selanjutnya, beras kualitas super I di harga Rp 17.800 per kg, dan beras kualitas super II Rp 16.750 per kg. Lalu daging ayam ras segar Rp 39.500 per kg, daging sapi kualitas I Rp 146.700 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp 138.800 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp 19.850 per kg, gula pasir lokal Rp 18.600 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp 20.700 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp 23.300 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp 22.250 per liter.

Harga Pangan Global Melesat Tersengat Biaya Energi

Sebelumnya, harga pangan dunia naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada April 2026. Kenaikan harga pangan global didorong lonjakan harga minyak nabati dan peningkatan harga sereal dan beras di tengah tingginya biaya energi.

Demikian disampaikan Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) pada Jumat, 8 Mei 2026 dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (9/5/2026).

"Patokan harga komoditas pangan dunia naik pada April untuk bulan ketiga berturut-turut di tengah tingginya biaya energi dan gangguan yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah,” demikian seperti dikutip.

Rata-rata indeks harga pangan FAO 130,7 pada April, naik 1,6% dari revisi Maret dan 2% lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Indeks harga minyak nabati FAO naik 5,9% dari Maret ke level tertinggi sejak Juli 2022, didukung oleh harga minyak sawit, kedelai, bunga matahari.

Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero menuturkan, sistem pertanian global terus menunjukkan ketahanan meskipun terjadi gangguan yang terkait dengan krisis Selat Hormuz. Sementara itu, minyak nabati menghadapi kenaikan harga lebih kuat sebagian besar karena harga minyak lebih tinggi dan permintaan biofuel yang lebih kuat.

Harga Gandum dan Jagung

Indeks harga sereal di FAO naik 0,8% secara bulanan, mencerminkan kenaikan harga gandum dan jagung. Sementara itu, indeks harga beras keseluruhan meningkat 1,9% karena harga minyak mentah dan turunannya meningkatkan biaya produksi dan pemasaran di negara-negara pengekspor beras.

Indeks harga daging FAO mencapai rekor tertinggi baru pada April, naik 1,2% dari Maret dan 6,4% secara tahunan, dipimpin oleh kenaikan harga daging sapi.

Sebaliknya, indeks harga susu turun 1,1% dari Maret. Sementara itu, indeks harga gula merosot 4,7%, tertekan oleh harapan pasokan global yang melimpah.

FAO juga menaikkan perkiraan produksi sereal global pada 2025 menjadi 3,04 miliar ton, naik 6% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, merevisi perkiraan produksi gandum 2026 sedikit lebih rendah menjadi 817 juta ton.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |