Harga Pangan 18 Agustus 2026: Giliran Daging Sapi Merangkak Naik

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan hari ini beragam, mulai dari cabai dan bawang yang mulai turun, dan pangan protein yang kembali merangkak naik.

Seperti harga daging sapi dibanderol seharga Rp 151.400 per kilogram (kg), padahal kemarin, 18 Agustus 2026, harga daging sapi sempat sentuh Rp 146.000 per kg.

Menurut hasil pantauan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Rabu (19/8/2026), harga cabai dan bawang mulai turun, meski sedikit. Harga cabai rawit merah yang sebelumnya dibanderol Rp 70.850 per kg kini turun ke Rp 67.350 per kg.

Selain itu, harga cabai merah besar juga turun ke Rp 49.250 per kg, dari yang tadinya dijual seharga Rp 57.300 per kg. Bawang putih juga mengalami penurunan harga ke Rp 42.300 per kg.

Simak rincian harga per kategori komoditas pada Rabu pagi:

Harga Cabai dan Bawang

  • Cabai Rawit Merah: Dibanderol seharga Rp 67.350 per kg. 
  • Cabai Rawit Hijau: Dipasarkan seharga Rp 56.200 per kg.
  • Cabai Merah Besar & Keriting: Dipatok seharga Rp 49.250 dan Rp 51.300 per kg.
  • Bawang Merah & Putih: Bawang merah dijual seharga Rp 39.000 per kg, dan bawang putih sedikit lebih mahal di angka Rp 40.200 per kg.

Harga Bahan Pangan Protein

  • Daging Sapi: Kualitas 1 di harga Rp 151.400 per kg, sedangkan kualitas 2 dipasarkan seharga Rp 142.450 per kg.
  • Daging Ayam Ras Segar: Dijual Rp 41.750 per kg.
  • Telur Ayam Ras Segar: Dibanderol seharga Rp 29.350 per kg.

Mendag Akui Harga Pangan Naik Efek MBG, Tapi Masih Wajar

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui adanya kenaikan harga bahan pangan di beberapa daerah. Meski demikian, kenaikan yang terjadi dinilai masih dalam batas wajar.

Budi menjelaskan bahwa akses distribusi menjadi salah satu kendala yang mengerek harga di pasaran. Sebagai contoh, harga telur ayam menembus Rp 66.000 per kilogram di Papua Pegunungan, meskipun harga rata-rata nasional berada di kisaran Rp 26.000 per kilogram.

“Distribusi ke Papua Pegunungan memang tidak semudah tempat lain, jadi harganya cenderung masih tinggi walau kami terus berusaha menyuplai dari daerah lain. Namun sebenarnya rata-rata nasional masih mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET),” ungkap Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Ia menambahkan, harga daging ayam memang mengalami kenaikan tetapi masih berada di bawah HET. Berdasarkan catatannya, harga rata-rata nasional daging ayam saat ini sebesar Rp 38.000 per kilogram, sementara HET yang ditetapkan adalah Rp 45.000 per kilogram.

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut menjadi salah satu pemicu bergeraknya harga telur dan daging ayam. Sebelumnya, harga kedua komoditas tersebut sempat anjlok ketika program MBG sedang libur.

“Sebelumnya harga ayam sempat di kisaran Rp 34.000 hingga Rp 36.000 per kilogram. Kenaikan yang terjadi saat ini merupakan dampak dari penerapan kebijakan MBG untuk telur dan daging ayam. Kondisi ini sebenarnya normal karena ada kebijakan bahwa pembelian harus sesuai dengan harga acuan,” jelasnya.

SPPG Wajib Beli Sesuai Harga Acuan

Pemerintah meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membeli bahan pangan sesuai harga acuan yang ditetapkan guna menciptakan keseimbangan harga di pasar.

“Pengelola MBG tidak boleh membeli dengan harga yang terlalu rendah, melainkan harus sesuai harga acuan. Hasilnya, produk yang tadinya murah kini terserap oleh MBG. Ini sangat bagus karena semua pihak bisa berjalan bersama,” ucap Budi.

Secara keseluruhan, Budi menilai penyesuaian harga yang terjadi masih wajar karena bergerak dari posisi rendah menuju level yang mendekati HET, kecuali di wilayah dengan kendala logistik berat.

“Kalau ada kenaikan, itu sifatnya merambat dari harga rendah ke level yang masih mendekati HET. Kecuali untuk daerah tertentu seperti Papua Pegunungan yang harganya memang jauh di atas HET karena faktor logistik,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |