World Gold Council Kembangkan Infrastruktur Emas Digital Lewat Cara Ini

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - World Gold Council (WGC) meluncurkan sebuah inisiatif strategis untuk membangun infrastruktur pasar baru yang dirancang untuk membuka era baru dalam pengembangan emas digital.

WGC menerbitkan white paper atau analisis berjudul “Digital Gold: The Case for a Shared Infrastructure” yang disusun bersama dengan Boston Consulting Group (BCG). Dokumen analisis ini mengulas konsep “Gold as a Service”, sebuah platform baru yang mendukung penerbitan dan operasional produk emas digital yang terukur (scalable) dan dapat dioperasikan secara lintas sistem (interoperable).

“Gold as a Service” akan berfungsi sebagai platform terbuka yang mengintegrasikan penyimpanan fisik emas (physical custody), dengan sistem digital yang digunakan untuk menerbitkan serta mengelola produk berbasis emas.

Dengan standardisasi proses pasar yang esensial, seperti koordinasi penyimpanan, rekonsiliasi, kepatuhan dan penebusan, model ini bertujuan untuk mengurangi kompleksitas operasional, mempermudah akses, serta meningkatkan konsistensi dari seluruh produk emas digital.

“Layanan keuangan saat ini mengalami transformasi digital yang cepat dan menyeluruh. Emas juga perlu berevolusi agar tetap relevan dalam sistem keuangan global. Inisiatif “Gold as a Service” ini merupakan langkah terbaru dalam program inovasi emas digital dari World Gold Council yang dirancang untuk memperkuat kepercayaan, transparansi, serta efisiensi pasar. Infrastruktur bersama ini dapat membantu emas menjadi lebih mudah diakses, lebih mudah diperdagangkan, dan terintegrasi sepenuhnya ke dalam sistem keuangan modern – memastikan emas tetap relevan di masa depan sebagaimana telah terbukti selama ribuan tahun," kata Chief Executive Officer World Gold Council, David Tait, Rabu (25/3/2026).

Mengatasi Hambatan Struktural bagi Emas Digital

White paper ini menunjukkan bagaimana digitalisasi emas cukup signifikan, dengan aktivitas perdagangan, kliring, dan pencatatan yang kini sebagian besar dilakukan secara elektronik. Selain itu, berbagai produk emas digital, termasuk token emas, juga mulai tersedia di pasar. Namun, terlepas dari berbagai inovasi tersebut, skala emas digital masih terbatas karena hambatan struktural.

Proses peluncuran dan pengoperasian produk emas digital masih rumit, dengan tingkat standardisasi yang terbatas dan rendahnya sifat dapat ditukarkan (fungibility). Hal ini menghambat kemampuannya untuk berintegrasi dengan sistem keuangan modern.

“Gold as a Service” hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan tersebut. Dengan memahami karakteristik fisik emas, platform ini dirancang untuk memodernisasi integrasi emas ke dalam ekosistem keuangan digital yang terus berkembang, sambil tetap mempertahankan atribut dasar yang telah menjadikan emas relevan sepanjang sejarah.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |