Trump Sebut China Bakal Pesan 200 Pesawat Boeing

8 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, China sepakat untuk membeli 200 pesawat Boeing. Hal itu disampaikan Trump saat kunjungan ke China pada 14-15 Mei 2026.

“Satu hal yang dia setujui hari ini, dia akan memesan 200 pesawat. Itu hal yang besar. Boeing,” ujar Trump kepada Fox News, dikutip dari CNBC, Jumat, (15/5/2026).

Analis memprediksi pesanan besar pesawat Boeing akan datang dari kunjungan Trump ke China meski prediksi lebih banyak lagi. Jefferies prediksi pesanan itu akan mencapai hingga 500 pesawat.

CEO Boeing Kelly Ortberg dan eksekutif lainnya dari perusahaan AS bergabung dengan Trump dalam perjalanan itu.

Produsen tersebut belum memenangkan pesanan besar dari China selama hampir satu dekade, tetapi negara tersebut telah membeli dari pesaing utama Boeing, Airbus.

Trump tidak menyebutkan pesawat mana yang dapat dibeli China dari Boeing, meskipun para analis memperkirakan potensi pesanan tersebut akan mencakup ratusan pesawat Boeing 737 Max terlaris.

Boeing dan Gedung Putih tidak segera memberikan komentar. Saham Boeing turun hampir 4% pada perdagangan sore hari.

Ortberg mengatakan dalam panggilan konferensi pendapatan perusahaan bulan lalu bahwa pertemuan puncak AS-Tiongkok dapat menjadi "peluang yang berarti bagi kami" yang dapat mencakup pesanan pesawat.

"Saya tidak akan memberi tahu Anda jumlah pesawatnya, tetapi itu angka yang besar," kata dia.

Pertemuan Xi Jinping dan Trump Fokus Bahas Stabilitas Hubungan Dagang

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping memusatkan pembahasan pada isu perdagangan dalam pertemuan bilateral di Beijing, Kamis, 14 Mei 2026 di tengah upaya kedua negara menstabilkan hubungan ekonomi setelah sempat terlibat perang dagang besar pada tahun lalu.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam 15 menit itu dinilai menjadi momentum penting bagi Amerika Serikat dan China untuk menjaga stabilitas hubungan dagang, setelah ketegangan akibat kebijakan tarif saling balas sempat mengguncang pasar global.

Dalam pernyataan sebelum keberangkatannya ke Beijing, Trump menegaskan perdagangan menjadi agenda utama dalam pembicaraan dengan Xi.

"Kami akan berbicara dengan Presiden Xi mengenai banyak hal berbeda. Saya kira, lebih dari apa pun, pembahasannya akan soal perdagangan,” kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke Beijing pada Selasa, dikutip dari CBS News, Kamis (14/5/2026).

Trump juga menunjukkan optimisme terhadap masa depan hubungan ekonomi kedua negara usai pertemuan berlangsung.

“Kita akan memiliki masa depan yang luar biasa bersama,” kata Trump.

Pentingnya Hubungan Bilateral

Sementara itu, Xi Jinping menegaskan pentingnya hubungan bilateral yang stabil, termasuk dalam aspek ekonomi dan perdagangan global.

"Hubungan bilateral yang stabil baik bagi dunia. Kita seharusnya menjadi mitra, bukan rival,” kata Xi dalam pernyataan yang diterjemahkan.

Hubungan dagang AS-China sempat memanas setelah pemerintahan Trump menaikkan tarif tinggi terhadap produk China, yang kemudian dibalas Beijing dengan kebijakan serupa. Pada puncaknya, tarif barang dari kedua negara sempat melampaui 100%.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir tensi mulai mereda. Kedua negara telah mengurangi sebagian tarif, sementara China juga setuju menghentikan pembatasan ekspor mineral tanah jarang atau rare earth, yang menjadi bahan baku penting bagi industri teknologi dan manufaktur global.

Memastikan Akses Amerika Serikat

Pemerintahan Trump kini disebut berupaya memastikan akses Amerika Serikat terhadap pasokan rare earth dari China tetap aman, sekaligus mendorong ekspor produk pangan dan barang-barang AS ke pasar China yang sangat besar.

Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah petinggi perusahaan teknologi Amerika Serikat seperti Elon Musk, Jensen Huang, dan Tim Cook, yang menunjukkan besarnya kepentingan sektor bisnis terhadap membaiknya hubungan dagang dua negara.

Pelaku pasar kini menanti apakah pertemuan Trump-Xi dapat menjadi jalan menuju kesepakatan dagang yang lebih komprehensif, sekaligus mencegah terulangnya perang dagang yang sempat menekan ekonomi global.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |