Resmikan Buku '10 Karya Nyata', Prabowo Puji Kemampuan dan Keberanian Bahlil Lahadalia

23 hours ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Acara peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan halaman pertama giant book (buku berukuran besar) replika buku karya Bahlil oleh Presiden Prabowo. Usai penandatanganan, Prabowo berfoto bersama Bahlil beserta keluarga dan perwakilan pejabat negara.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M. Qodari, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Hadir pula Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, dan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut rekam jejak Bahlil dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Saya kira karier beliau, sepak terjang beliau, kehidupan beliau, bisa menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda,” ujar Prabowo saat memberikan pidato sambutan di Djakarta Theatre, Jumat (7/8/2026).

Prabowo menuturkan bahwa almamater atau tempat seseorang menempuh pendidikan tidak serta-merta menjamin keberhasilan. Hal itu dibuktikan oleh Bahlil yang menghabiskan masa kecil dan remajanya di Fakfak, Papua.

“Pak Bahlil saya kira sekolahnya enggak terlalu terkenal. Kalau dicari di Google, kampusnya sudah enggak ada. Dan itu sudah kita buktikan di mana-mana ya. Tidak menjamin sekolahnya di mana, kecerdasan itu mungkin didapat jelas dari orang tua,” ucap Prabowo.

“Jadi memang bagaimanapun ajaran agama kita ya, bahwa surga ada di telapak kaki ibu, saya kira itu benar,” sambungnya.

Menurut Prabowo, pencapaian Bahlil hingga berada di posisinya saat ini tak lepas dari doa dan perjuangan seorang ibu.

“Mungkin Pak Bahlil itu menjadi seperti sekarang karena pengorbanan ibu. Dengan susah payah bagaimana memberi makan, mengurus anak ini,” ucapnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |