Perusahaan Minyak di Filipina Kerek Harga BBM, Bensin Berpotensi Sentuh Level Segini

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan minyak di Filipina telah menerapkan kenaikan harga dua digit untuk produk diesel dan minyak tanah pada Selasa, 24 Maret 2026.

Mengutip Philstar.com, ditulis Rabu (25/3/2026), perusahaan minyak UniOil dan SeaOil mengumumkan secara terpisah penyesuaian produk bahan bakar minyak (BBM) antara lain:

  • Minyak tanah: 20,90 Peso Filipina per liter atau Rp 5.889,68 (asumsi Peso Filipina terhadap rupiah di kisaran 281,8)
  • Diesel: 16,80 Peso Filipina per liter atau Rp 4.734,29
  • Bensin: 9,70 Peso Filipina per liter atau Rp 2.733,49

Petron akan menyesuaikan harga sebesar 10,50 Peso Filipina per liter untuk bensin, 17,50 per liter untuk diesel dan 21,50 Peso Filipina per liter untuk minyak tanah.

Sementara itu, Cleanfuel akan menerapkan kenaikan bertahap sebesar 8,40 Peso Filipina per liter untuk diesel. Sementara itu, penyesuaian harga tersebut diterapkan oleh UniOil, SeaOil dan Petron pada pukul 6 pagi waktu setempat.

Pada konferensi pers Selasa, 24 Maret 2026, Menteri Energi Sharon Garin mengatakan, perusahaan minyak Caltex dan Total juga akan menerapkan kenaikan bertahap. Caltex akan melakukan kenaikan bertahap selama lima hari, sedangkan Total selama dua hari.

Jika kenaikan harga yang diumumkan itu mulai berlaku pada 24 Maret, harga bensin, minyak tanah, dan solar akan melebihi 100 Peso Filipina atau Rp 28.180 per liter.

  • 84,30-110,10 Peso Filipina atau Rp 23.755-Rp 31.026,51per liter untuk bensin
  • 108,80-133,10 Peso Filipina atau Rp 30.660,16-Rp 37.507,98 per liter untuk solar
  • 120,89-164,69 Peso Filipina atau Rp 34.067,16-Rp 46.410,14 untuk minyak tanah

Meskipun perusahaan minyak lain menaikkan harga bahan bakar, PetroGazz telah menerapkan penurunan harga sejak 20 Maret. Pada 23 Maret, mereka juga menerapkan penurunan harga bahan bakar sebesar P5 di beberapa cabang mereka di seluruh negeri.

Pemerintah sebelumnya mengatakan pasokan negara cukup untuk setidaknya 60 hari selama konflik di Timur Tengah masih berlangsung.

Untuk menghemat pasokan negara yang semakin menipis, Departemen Energi mengatakan telah mengizinkan impor produk minyak bumi Euro 2, yang menghasilkan emisi lebih tinggi daripada standar Euro 4 yang tersedia di negara tersebut.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |