Perluas Akses Hunian, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun kepada 122 Ribu Debitur

19 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS).

Hingga akhir Februari 2026, total pembiayaan KPR subsidi yang telah disalurkan BRI mencapai Rp16,79 triliun dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 122.838 debitur di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa penyaluran tersebut merupakan bentuk dukungan BRI terhadap upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurutnya, penyediaan pembiayaan rumah yang terjangkau menjadi bagian dari kontribusi perseroan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.

“BRI berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penyaluran KPR subsidi ini merupakan bagian dari peran BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Hery.

Skema KPR Subsidi yang Disalurkan BRI

Penyaluran pembiayaan tersebut berasal dari beberapa program subsidi perumahan yang disiapkan pemerintah. KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi skema dengan porsi terbesar dengan nilai Rp16,38 triliun.

Selain itu, terdapat KPR Tapera sebesar Rp316,93 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp91,65 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp8,89 miliar.

Berbagai skema tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak dengan pembiayaan yang lebih terjangkau.

Jaringan BRI Perluas Akses Hunian

Hery juga menilai pembangunan perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung. Aktivitas ini mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tenaga kerja, hingga logistik.

Selain itu, kawasan perumahan juga berpotensi menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM yang berkembang di sekitar lingkungan hunian.

Dengan dukungan jaringan yang luas, BRI optimistis dapat terus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Ke depan, BRI akan terus memperluas jangkauan pembiayaan perumahan agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Dengan dukungan jaringan lebih dari 7 ribu unit kerja di seluruh Indonesia, program pembiayaan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” tutup Hery.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |