Menilik Strategi Gery Jaga Eksistensi di Pasar Camilan Selama Seperempat Abad

1 day ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Di perayaan hari jadi yang ke-25 (Geryversery), Gery mengambil langkah rebranding besar-besaran sebagai strategi mengamankan pasar jangka panjang melalui akuisisi konsumen dari generasi muda. 

Lahir pada 2001, merek Gery menjadi awal bagi Garudafood Group untuk ekspansi bisnis mereka ke industri bisnis. Hingga saat ini, segmen biskuit tersebut sukses menjadi kontributor pendapatan terbesar bagi lini bisnis Garudafood Group.

Director Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto, mengatakan Gery akan selalu memunculkan kepercayaan pada konsumen dan terus memberikan inovasi yang terbaik.

“Kita terus belajar dan terus melihat berbagai-bagai perubahan dari trend ataupun keinginan konsumen saat ini, hingga saat ini kita selalu mementingkan inovasi dan memenuhi keinginan konsumen, yaitu kita bertumbuh dengan petak relevan mampu menemani seluruh konsumen masyarakat kita dari generasi ke generasi,” ujar dia dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Strategi Tren Global "Fun"

Brand Equity Director Garudafood, Niken Esti mengungkapkan bahwa rahasia utama Gery mampu bertahan di tengah perubahan zaman dan pergantian generasi adalah komitmen kuat pada DNA perusahaan, yaitu leading innovation dan selalu mendengarkan kebutuhan konsumen.

"Gery mempertegas identitas utamanya yang berfokus pada karakter “Fun” “Karakter fun ini bersifat universal di setiap generasi. Dalam dua tahun terakhir, kami juga memperkuat posisi Gery sebagai solusi penunda lapar melalui tagline ikonik: 'Ketika lapar, wak-wak-wak, waktunya Gery'. Melalui strategi komunikasi yang adaptif ini, kami rutin menggelar Innovation Day dua kali setahun untuk mengatasi tren makanan dan minuman dari Jepang, Korea, Cina, hingga Amerika," jelas Niken yang telah mengawal brand Gery sejak tahun 2008 tersebut.

Langkah kurasi tren global ini terbukti sukses lewat pertumbuhan pendapatan (revenue) varian Matcha Jepang yang melonjak hingga 3 kali lipat dalam dua tahun terakhir, serta inovasi terbaru Gery Snack Bantal rasa Ubi Jepang (Sweet Potato) yang kini siap bersaing di pasar.

Menolak Sekadar FOMO

Selain itu, Niken juga mengungkapkan bahwa Transformasi di usia perak ini merupakan pemasaran yang terukur. Garudafood menegaskan bahwa dalam menjalankan bisnis pabrikan skala besar, perusahaan tidak boleh asal-asalan atau Fear of Missing Out (FOMO)

“Bagi kami yang paling penting adalah business sustainability dan brand sustainability, Ongkos inovasi di industri sangat besar, bahkan risikonya bisa mencapai puluhan juta jika gagal di pasar. Oleh karena itu, strategi ‘semangat baru’ ini adalah investasi terstruktur kami untuk menangkap potensi pasar dari generasi masa kini yang memiliki daya beli dinamis,” ujar Niken.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |