Groundbreaking Blok Masela Dimulai, Bahlil Pastikan Seluruh Pekerjaan Paralel

1 day ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela akan dikerjakan secara paralel setelah dimulainya groundbreaking pada Kamis (16/7/2026). Strategi tersebut dilakukan untuk mempercepat realisasi proyek migas yang telah tertunda selama 28 tahun.

Bahlil mengatakan, proses awal pembangunan telah dimulai melalui tender pekerjaan pagar kawasan dan akses jalan. Bersamaan dengan itu, pemerintah dan kontraktor juga akan membangun berbagai fasilitas penunjang agar target penyelesaian proyek dapat tercapai.

"Begitu sudah groundbreaking, tahap pertama tendernya sudah jalan untuk melakukan lingkar pagar dan jalan,” kata Bahlil di site Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur pendukung tidak dilakukan secara bertahap, melainkan berjalan bersamaan. Fasilitas yang dibangun meliputi storage, pelabuhan, kawasan pendukung, hingga jaringan pipa bawah laut.

“Sambil itu melakukan paralel dengan membangun storage, pelabuhan, dan kawasan-kawasan pendukung lainnya, termasuk untuk membangun pipa kurang lebih sekitar 180 km di tengah laut,” ujarnya.

Menurut Bahlil, pembangunan pipa bawah laut menjadi salah satu tantangan terbesar karena harus dipasang pada kedalaman sekitar 1.000 meter di bawah permukaan laut. Oleh karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di sekitar proyek.

“Ini bukan sesuatu yang gampang, ini sesuatu yang berat, tapi dengan motivasi, kerja sama, dan dukungan dari semua pihak, khususnya tokoh masyarakat dan tokoh agama, inilah yang sangat kita butuhkan agar proyek ini bisa kita wujudkan,” kata Bahlil.

Pemerintah berharap pola pengerjaan secara paralel dapat mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional tersebut sehingga produksi gas dari Blok Masela dapat segera memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional dan perekonomian Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |