Konstruksi Proyek Abadi Blok Masela Rp 390 Triliun Dimulai Hari Ini

1 day ago 18

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pekerjaan Proyek Abadi Masela langsung memasuki tahap konstruksi setelah pelaksanaan groundbreaking (peletakan batu pertama). Tahap awal proyek ini meliputi pengeboran sumur pengembangan serta pembangunan berbagai fasilitas penunjang utama.

Bahlil mengatakan, pekerjaan pertama yang dieksekusi adalah pengeboran 11 sumur pengembangan serta empat sumur lanjutan. Bersamaan dengan itu, pembangunan infrastruktur utama seperti pelabuhan, dermaga, dan fasilitas engineering, procurement, and construction (EPC) juga mulai dikerjakan secara paralel.

“Dengan groundbreaking hari ini, pekerjaan langsung berjalan. Yang pertama 11 sumur pengembangan ditambah empat sumur lanjutan. Yang kedua pembangunan berbagai fasilitas, termasuk pelabuhan, dermaga, dan EPC,” kata Bahlil dalam acara groundbreaking Proyek Abadi Masela di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026).

Bahlil menyebut, nilai investasi jumbo untuk Proyek Abadi Masela ini mencapai sekitar US$ 21 miliar atau hampir setara dengan Rp 390 triliun. Investasi raksasa tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak utama sektor energi nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku.

Menurut Bahlil, proyek strategis nasional ini ditargetkan mampu memproduksi 9,5 juta ton liquefied natural gas (LNG) per tahun serta 35.000 barel kondensat per hari. Kapasitas produksi tersebut diyakini akan mendongkrak peningkatan lifting migas secara nasional.

Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan bahwa sebagian besar gas dari Proyek Abadi Masela diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebanyak minimal 60% hasil produksi akan dialokasikan khusus ke pasar domestik, sedangkan maksimal 40% sisanya baru diperbolehkan untuk diekspor.

Bahlil menjelaskan, pasokan gas tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri hilirisasi, termasuk mendukung pengembangan industri pupuk nasional. Selain itu, aliran gas juga akan disalurkan kepada PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sejumlah perusahaan swasta.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan nilai ekonomi yang kuat di daerah,” pungkas Bahlil.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |