Indonesia Kian Dekat Kantongi Akses Bebas Tarif ke Uni Eropa

1 day ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, proses Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) kini memasuki tahapan penting setelah Komisi Eropa mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan (conclusion) IEU-CEPA beserta Investment Protection Agreement (IPA) kepada Dewan Uni Eropa (Council of the European Union).

Adapun percepatan IEU-CEPA dan IPA sebagai upaya Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai mitra strategis guna memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, dan memperkokoh rantai pasok global. Hal ini di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian.

"Saya pikir sudah waktunya bagi kita untuk mengembangkan hubungan perdagangan yang bebas, adil, dan positif bagi kedua belah pihak. Presiden RI Prabowo Subianto berharap hal ini dapat menjadi game changer bagi pasar global. Ketika Indonesia dan Uni Eropa bekerja sama mengembangkan pasar, saya yakin kita dapat membawa skala pertumbuhan yang signifikan ke Uni Eropa dan ke kawasan Indo-Pasifik, di mana Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN,” tutur Menko Airlangga , dikutip dari laman ekon.go.id, Jumat, (3/7/2026).

Pengajuan tersebut menjadi tonggak penting dalam proses penyelesaian IEU-CEPA yang telah melalui rangkaian perundingan panjang. Bagi Uni Eropa, kedua perjanjian tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mendiversifikasi kemitraan ekonomi, memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan mitra strategis global, menciptakan peluang ekspor baru, sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok energi dan bahan baku.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa dan perekonomian terbesar di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia dipandang memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa.

IEU-CEPA dan IPA dirancang sebagai perjanjian modern yang memberikan manfaat timbal balik bagi dunia usaha kedua belah pihak, sekaligus mendukung terciptanya iklim perdagangan dan investasi yang lebih terbuka, transparan, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |