Harga Perak Antam Hari Ini 24 Maret 2026 Melonjak Rp 600

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak signifikan pada Selasa, (24/3/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini berbeda dengan harga emas Antam dan harga perak dunia.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam naik Rp 600. Harga perak Antam hari ini dibanderol Rp 44.450.

Antam memiliki perak batangan 250 gram, perak batangan 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga  perak batangan 250 gram dibanderol Rp 11.637.500 dan harga perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 22.350.000.

Sementara itu, dikutip Yahoo Finance, harga perak tergelincir 3,3% menjadi USD 66,81. Demikian juga harga emas di pasar spot terpangkas 1,5% menjadi USD 4.340,80 per ounce pukul 09.16 waktu Singapura.

Mengutip tradingeconomics.com, harga perak tetap berada di bawah tekanan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah karena Iran membantah telah mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik.

Teheran menolak pengumuman Presiden Donald Trump sebagai upaya untuk memengaruhi pasar keuangan dan melancarkan serangan baru terhadap target AS, sementara Israel melanjutkan serangan terhadap Iran.

Pada Senin, perak mengalami rebound tajam intraday setelah Trump menunda serangan AS yang direncanakan terhadap infrastruktur energi Iran dan mengklaim negosiasi sedang berlangsung. Hasil dari setiap pembicaraan dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz tetap sangat tidak pasti, sehingga risiko inflasi tetap tinggi. Perak telah jatuh hingga 37% dari puncaknya pada Maret karena kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas kembali merosot pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026 (Selasa waktu Jakarta). Namun, harga emas pulih dengan kuat dari koreksi tajam pada awal sesi perdagangan seiring harapan baru akan de-esklasi konflik Iran membangkitkan semangat investor.

Mengutip CNBC, Selasa (24/3/2026), harga emas di pasar spot turun lebih dari 5% pada Senin pagi menjadi USD 4.262,50 sebelum pulih dan diperdagangkan pada USD 4.431,09.

Pergerakan harga yang fluktuatif ini terjadi setelah pengumuman oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump kalau AS akan menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran setelah pembicaraan yang baik dan produktif antara kedua negara.

Harga emas berjangka turun 0,7% pada USD 4.574 setelah turun hampir 10%.

Logam mulia kuning ini kehilangan hampir 10% pada pekan lalu dan mencatat kinerja terburuk sejak September 2011. Harga emas spot ini telah merosot sekitar 25% sejak mencapai rekor tertinggi USD 5.594,92 per ounce pada akhir Januari.

Di sisi lain, harga perak spot naik 3,3% menjadi USD 69,97 setelah mencapai titik terendah pada 2026.

Koreksi Harga Emas

Koreksi harga emas yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe haven pada saat gejolak pasar, sejalan dengan sentimen risk-off yang sedang berlangsung di pasar. Hal ini karena konflik Iran memicu kekhawatiran atas inflasi dan kenaikan harga energi.

Prospek kenaikan suku bunga sebagai akibat dari perang dapat meningkatkan obligasi pemerintah di kalangan investor, dengan mengorbankan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil, kata para ahli strategi pasar kepada CNBC baru-baru ini.

Namun, imbal hasil obligasi pemerintah zona euro sekali lagi bergerak lebih tinggi pada perdagangan awal Senin karena eskalasi konflik terbaru menyisakan sedikit tempat berlindung bagi investor.

Sebelumnya, setelah Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran yang menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, dan Iran mengancam pembeli obligasi Treasury AS, Nic Puckrin, salah satu pendiri Coin Bureau, mengatakan ini dapat mengakhiri reli emas jangka panjang tahun lalu.

"Taruhan dalam perang Iran baru saja meningkat dan apa yang kita lihat adalah pelarian terakhir menuju keamanan. Inilah tepatnya bagaimana perdagangan momentum yang ramai berakhir,” kata Puckrin.

"Apa yang kita lihat pada logam mulia menandakan bahwa bank sentral dan negara-negara Teluk memanfaatkan cadangan emas yang telah mereka bangun selama beberapa tahun terakhir. Fokus telah bergeser dari akumulasi ke pelestarian modal. Ini akan secara alami membatasi harga emas,” ia menambahkan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |