Gali Ide-Ide Inovatif Gen-Z, Pegadaian Semarang Luncurkan Business Case Competition 2026 di UNNES

23 hours ago 16

Liputan6.com, Semarang - PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang resmi memulai rangkaian Pegadaian Business Case Competition (BCC) 2026 sebagai wadah pengembangan ide generasi muda. Peluncuran kompetisi ini dikemas melalui talkshow inspiratif bertajuk "MengEmaskan Indonesia: Golden Idea for Gold Generation" yang berlangsung di Auditorium Prof. Wuryanto, Universitas Negeri Semarang (UNNES), pada Kamis (07/05/2026).

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari lebih dari 1.000 mahasiswa. BCC hadir sebagai ruang bagi mahasiswa di Jawa Tengah untuk menyalurkan gagasan kreatif serta menghadirkan solusi inovatif di sektor finansial, investasi, hingga transformasi layanan keuangan digital.

Pegadaian Dorong Ide Mahasiswa Jadi Solusi Nyata

Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra, menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki ketajaman analisis dan pemikiran kritis yang sangat dibutuhkan industri untuk menghadapi tantangan masa depan.

"Kami melihat perspektif akademis mahasiswa sangat kuat dan segar. Melalui Business Case Competition ini, kami ingin ide-ide brilian tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi solusi nyata yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Kadek.

Ia menambahkan, pemilihan UNNES sebagai lokasi kick-off pertama didasari oleh kedekatan strategis dan kultur akademik yang disiplin. Selain UNNES, Pegadaian akan menggandeng empat perguruan tinggi besar lainnya yang telah memiliki fasilitas The Gade Creative Lounge (TGCL), yaitu UNDIP, UGM, UNSOED, dan UNS.

Target Ratusan Tim Mahasiswa Ikut Kompetisi

Mewakili Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Kepala Departemen Business Support, Tyas Ari Hidayat, memaparkan bahwa kompetisi ini terbuka bagi seluruh mahasiswa di wilayah Semarang Raya. Pendaftaran secara resmi akan dibuka pada 18 Mei 2026.

"Peserta ditantang untuk melihat Pegadaian dari sudut pandang mereka—baik itu tentang financial planning, digitalisasi layanan, maupun inovasi produk yang belum terpikirkan sebelumnya. Kami menargetkan setidaknya 100 hingga 150 tim untuk berpartisipasi di tahap awal ini," jelas Tyas.

Sistem kompetisi dirancang secara komprehensif. Setiap tim (maksimal tiga orang) yang lolos tahap proposal akan mendapatkan sesi workshop dan inkubasi untuk mematangkan ide mereka sebelum maju ke babak penjurian final.

Siapkan Beasiswa dan Tabungan Emas untuk Pemenang

Pegadaian tidak hanya menyiapkan modal pengalaman, tetapi juga apresiasi besar bagi para pemenang. Hadiah yang disiapkan meliputi uang pembinaan, saldo Tabungan Emas, hingga kesempatan meraih Beasiswa Pegadaian.

"Pemenang di tingkat universitas akan mendapatkan uang pembinaan dan emas. Selanjutnya, mereka akan dipertemukan dengan jawara dari kampus-kampus lain di tingkat yang lebih tinggi. Puncaknya, pemenang terbaik berhak atas Beasiswa Pegadaian sebagai bentuk dukungan kami terhadap pendidikan generasi emas Indonesia," tutur Tyas.

Melalui BCC 2026, PT Pegadaian mempertegas komitmennya untuk tumbuh bersama generasi muda, sekaligus memastikan inklusi keuangan dan budaya menabung emas terus mengakar di kalangan mahasiswa.

(*) 

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |