Cokelat Termahal di Dunia Tembus Rp 8 Juta, Apa Istimewanya?

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Cokelat bisa menjadi kemewahan sederhana sehari-hari, namun ada juga cokelat yang harganya setara makan di restoran kelas dunia, bahkan mencapai USD 490 atau sekitar Rp 8,3 juta per batang (estimasi kurs Rp 16.999 per dolar AS).

Salah satu merek cokelat termahal di dunia adalah To'ak Chocolate yang menjual produk Masters Series Enriquestuardo — El Jaguar seberat 1,76 ons dengan harga fantastis tersebut.

Dikutip dari The Takeout, Selasa (24/3/2026), Cokelat ini dibuat dari kakao grand cru, istilah asal Prancis yang merujuk pada bahan berkualitas tinggi dari satu wilayah tertentu. Dalam hal ini, cokelat “El Jaguar” menggunakan kakao single origin dari Ekuador yang dikenal memiliki cita rasa sangat halus dan intens.

Tak hanya bahan, kemasan cokelat ini juga dirancang mewah. Desainnya terinspirasi sejarah dan budaya Mesoamerika, dengan karya seni asli dari seniman Ekuador, serta dihiasi lapisan emas asli.

Tak Semua Mahal, Ada Varian Lebih Terjangkau

Meski dikenal dengan produk premium, tidak semua cokelat To’ak dibanderol dengan harga ratusan dolar.

Bagi pecinta cokelat yang ingin mencicipi tanpa harus merogoh kocek dalam, tersedia varian lain di situs resmi mereka dengan harga di bawah USD 10 untuk dua porsi.

Beberapa produk bahkan memiliki rasa unik, seperti cokelat yang dibuat dengan campuran bubuk semut—yang diklaim aman untuk dikonsumsi.

Namun, untuk menikmati kualitas cokelat premium, disarankan melakukan “break trick” atau teknik mematahkan cokelat untuk mengecek kualitas tekstur sebelum mencicipinya.

Kenapa Cokelat Single Origin Bisa Sangat Mahal?

Salah satu alasan utama mahalnya cokelat seperti To’ak adalah penggunaan konsep single origin chocolate, yaitu cokelat yang dibuat dari kakao yang berasal dari satu wilayah atau bahkan satu perkebunan tertentu.

Rasa kakao sangat dipengaruhi oleh lokasi tumbuhnya, sehingga produk single origin menawarkan karakter rasa yang lebih khas, mirip seperti anggur dari kebun tertentu atau kopi single origin.

Namun, proses produksinya lebih kompleks dan mahal. Mulai dari biaya pengiriman bahan baku khusus, produksi dalam jumlah terbatas, hingga penggunaan biji kakao langka.

Faktor-faktor ini membuat biaya produksi meningkat dan pada akhirnya berdampak pada harga jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan cokelat biasa.

Dengan keunikan rasa, proses produksi eksklusif, serta bahan baku premium, tak heran jika cokelat jenis ini menjadi simbol kemewahan di dunia kuliner.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |