Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mempertimbangkan untuk menahan ekspansi bisnis imbas kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) aau BI Rate. Hal tersebut dinilai sebagai dampak yang perlu diukur oleh pengusaha.
Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani mengungkapkan pengusaha cenderung berada dalam tekanan oleh berbagai faktor. Kenaikan BI Rate menjadi 5,5 persen turut juga menambah beban pembiayaan, apalagi bagi perusahaan yang cukup bergantung pada kredit perbankan.
"Dengan kenaikan BI Rate, dunia usaha tentu berpotensi melakukan recalibration (kalibrasi ulang) terhadap rencana ekspansi bisnis dan investasi," ujar Shinta saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (9/6/2026).
Dia menerangkan, perusahaan besar masih memungkinkan untuk bertahan karena memiliki diversifikasi pendanaan dan likuiditas yang lebih baik. Namun bagi sektor usaha padat karya, UMKM, maupun industri dengan margin usaha sedikit, kenaikan beban pembiayaan akan memengaruhi keputusan ekspansi.
"Dalam situasi seperti ini, pelaku usaha cenderung menjadi lebih berhati-hati, terutama dalam melakukan ekspansi kapasitas produksi, investasi baru, pembelian mesin dan alat produksi, ekspansi properti, hingga penambahan tenaga kerja," tutur dia.
"Apalagi dunia usaha saat ini juga masih menghadapi disrupsi permintaan global serta tekanan konsumsi domestik. Karena itu, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara stabilitas makro dan keberlanjutan momentum pertumbuhan sektor riil," sambung Shinta.
Pengusaha Hitung Tambahan Beban Biaya Kredit
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani merespons kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,5 persen. Kenaikan itu dinilai mampu berpengaruh pada peningkatan beban biaya usaha perusahaan.
Dia mengamini adanya upaya stabilisasi nilai tukar dari kenaikan BI Rate tersebut. Namun, pengusaha saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kenaikan beban usaha imbas penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
"Dunia usaha dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan dari berbagai sisi, mulai dari pelemahan rupiah, kenaikan biaya logistik global, harga energi, biaya impor bahan baku, biaya kepatuhan, hingga tekanan biaya pendanaan yang memang sudah relatif tinggi," ucap Shinta saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (9/6/2026).
Beban Kredit Naik
Dia menerangkan, penyesuaian Bi Rate ini akan menambah beban biaya perusahaan. Apalagi yang berkaitan dengan kredit usaha. "Kenaikan BI Rate ini tentu akan berdampak terhadap biaya pembiayaan usaha, khususnya bagi sektor yang sangat bergantung pada kredit perbankan," ujarnya.
"Kenaikan suku bunga acuan pada akhirnya akan diteruskan secara bertahap ke suku bunga kredit perbankan, baik kredit modal kerja maupun kredit investasi," sambung Shinta.
Beban pembiayaan usaha itu tergambar semakin berat. Pasalnya, bunga pinjaman dunia usaha saat ini pun sudah tinggi, berada di kisaran 8-14 persen, tergantung pada profil risiko, sektor usaha, dan skala perusahaan.
Respons Positif Keputusan BI
Shinta menilai, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen merupakan langkah yang diambil dalam konteks menjaga stabilitas makroekonomi nasional. Khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi di tengah gejolak global yang meningkat, serta tingginya tekanan pasar keuangan saat ini.
"Dunia usaha melihat keputusan ini sebagai langkah pre-emptive stabilization policy dari Bank Indonesia untuk menjaga kepercayaan pasar dan ketahanan eksternal Indonesia," kata dia.
"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi memang menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan ekonomi dan dunia usaha," imbuhnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382980/original/088921900_1760611036-Ketua_Dewan_Ekonomi_Nasional__DEN__Luhut_Binsar_Pandjaitan-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8169093/original/040451800_1781024515-SPBU_Pertamina-10_Juni_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5136481/original/050452400_1739862534-WhatsApp_Image_2025-02-18_at_12.19.46_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314559/original/058973900_1755091664-1000013595.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510647/original/041616400_1771834228-1000242858.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5069913/original/084834700_1735382643-Screenshot_2024-12-28_174124.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4184395/original/026585700_1665141029-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8149955/original/017331900_1781003329-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_15.54.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7844216/original/063759200_1780666250-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_18.07.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546360/original/031125500_1775290630-WhatsApp_Image_2026-04-03_at_10.02.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8143004/original/051500100_1780995512-Wakil_Ketua_DPR_RI_Sufmi_Dasco_Ahmad-9_Juni_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4517986/original/073368000_1690547924-IMG-20230728-WA0054.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1058384/original/058206600_1447763715-lustrasi-Pembuatan-Baja-_iStockphoto_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8137619/original/002524900_1780989821-Foto2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2889634/original/024713600_1566465083-20190822-BI-4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528802/original/042524000_1773295370-IMG_2261.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500365/original/026266700_1770862471-Kemenhub_akan_membatasi_operasional_truk_besar_selama_angkutan_Lebaran_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4065051/original/024986500_1656310294-27_juni_2022-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397271/original/031205500_1761804797-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto_dan_Menkeu_Purbaya_Yudhi_Sadewa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4175414/original/003994800_1664441560-B40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509296/original/068715000_1771675865-PT_Kereta_Cepat_Indonesia_China__KCIC__memberikan_promo_khusus_bagi_tiket_Whoosh-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502770/original/061579800_1771040951-e6b37522-a53e-4481-8e0f-e6209233a076.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4651321/original/012713000_1700126036-CPO_atau_Sawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385524/original/064576200_1760934849-11__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1421897/original/020203900_1480514018-20161130-Produksi-Telur-Ayam-FF1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723194/original/070149500_1705922144-fotor-ai-20240122181453.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3456980/original/077160800_1621147028-cooperation-analyst-chart-professional-paper-economics_1418-47.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)