Bahlil dan Purbaya Kaji Kebijakan BBM Subsidi

16 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, tengah memikirkan langkah maupun strategi untuk mencari solusi terkait subisidi bahan bakar minyak (BBM).

"Jadi untuk subsidi, jadi saya dengan Menteri Keuangan (Purbaya) sekarang terus menerus untuk mencari solusi yang terbaik sekalipun krisis, tetap-tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya,” katanya dalam konferensi pers di Colomadu, disiarkan daring, Kamis (26/3/2026). 

Bahlil menyampaikan, diskusi antara keduanya juga merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyebut, Prabowo meminta dirinya untuk memikirkan langkah yang tidak memberatkan rakyat terkait BBM sendiri.

"Doa Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat,” ucap dia.

Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Masih Dapat Bertahan hingga Akhir 2026

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) menegaskan pemerintah masih memiliki anggaran cukup untuk posisi harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini. Ia mengatakan, pemerintah masih memiliki kemampuan menahan harga BBM hingga akhir 2026 di tengah tekanan harga energi global dampak konflik Timur Tengah.

"Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang," kata Purbaya usai mengunjungi Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Selasa.

Purbaya menyebut pemerintah mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam guncangan ("shock absorber") untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Fungsi anggaran meng-'absorb shock' dari luar. Sampai sekarang yang 'absorb' adalah APBN pemerintah," tutur dia.

Ia menambahkan kemampuan fiskal tersebut memungkinkan pemerintah menahan harga BBM hingga akhir tahun, bergantung pada kebijakan Presiden.

"Kalau segini saja, kalau presiden mau sampai akhir tahun juga bisa. Jadi saya punya uang cukup banyak. Yang masih bisa dipakai, yang pengamat, pengamat itu, nggak tahu uangnya di mana," kata dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |