AHY Sepakat Pesawat N219 Ideal Layani Penerbangan Perintis

1 day ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI mengembangkan pesawat produksi lokalnya, N219. Dia sepakat jika N219 ini dimanfaatkan untuk melayani penerbangan di Tanah Air.

AHY bilang, wilayah geografis Indonesia memerlukan keandalan transportasi udaranya. Apalagi, bagi penerbangan-penerbangan antarpulau maupun jarak pendek sejenis penerbangan perintis.

"PTDI, nanti Pak Dirut bisa menjelaskan lebih rinci, dengan bangga telah mengembangkan produksi nasional yaitu N219. Ini pesawat yang bisa dikatakan ideal untuk kebutuhan rute penerbangan perintis di kondisi geografis yang juga menantang," kata AHY di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

"Bisa digunakan di Papua, di Kalimantan, dengan gunung-gunung hutan yang lebat, memang tidak terlalu besar tapi justru taktis dan manuvernya bisa lincah," ia menambahkan.

AHY mengatakan, jika ada peluang dari permintaan pesawat N219, dia mendorong PTDI untuk melakukan produksi massal. Mengingat lagi, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari N219 buatan PTDI sebesar 46 persen, sudah melampaui aturan yang ditetapkan pemerintah.

"Dengan demikian harapannya jika ada demand atau permintaan dalam negeri sendiri ini akan semakin mengembangkan industri penerbangan kita," tutur dia.

Berangkat dari Pasar Domestik

AHY turut memandang rencana tersebut sejalan dengan cita-cita meningkatkan kualitas dirgantara Tanah Air. Setiap negara, kata dia, lebih dahulu mementingkat keperluan domestiknya.

"Kalau ini kemudian menjadi salah satu pengungkit dan kebangkitan kedirgantaraan kita, kenapa tidak? Dan peluangnya ada, kemampuannya ada, tinggal kita ciptakan pasarnya, kita ciptakan permintaannya dan negara maju dimanapun pertama-tama berharap pada domestiknya dulu sebelum kita bisa menjual lebih luas ke pasar asing," bebernya.

"Negara maju manapun, termasuk mereka yang memulai industri otomotifnya, industri kereta, industri penerbangan, selalu pertama ada keberpihakan dari negara di pemerintah untuk menghadirkan permintaan yang memadai agar mereka bisa terus tumbuh dan melakukan inovasi yang diperlukan," imbuhnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |