Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan rencana pengolahan batu bara menjadi bensin atau bahan bakar minyak (BBM). Mengingat praktik serupa telah diterapkan di beberapa negara, Indonesia pun melihat peluang pengembangan yang sama.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang mencari teknologi tepat guna yang bisa dijalankan di Indonesia. Kendati demikian, ia menegaskan pemerintah tidak ingin bergantung pada satu negara tertentu saja.
"Nanti beberapa sedang dievaluasi lah (teknologinya). Tentang negaranya kan enggak terlalu ini, yang penting teknologinya lah," ucap Tri di Balai Sudirman, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Sebagai informasi, rencana pengolahan batu bara menjadi bensin ini sebelumnya dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Tri mengamini bahwa praktik tersebut sebenarnya sudah lama bergulir di berbagai negara.
"Kalau di dunia, coal-to-liquid itu sudah lama. Bahkan di Jerman Timur dulu, mereka mengubah batu bara menjadi minyak untuk tank karena tidak punya sumber minyak," jelas dia.
"Terus kita lihat Sasol di Afrika Selatan. Dulu saat kena politik apartheid dan di-ban negara lain, mereka mencairkan batu bara. Sasol itu sampai sekarang produksinya sekitar 300 ribu barel per hari. Jadi, memang teknologinya sudah ada," sambung Tri.
Penjelasan Bahlil Soal Batu Bara Jadi Bensin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353614/original/071206300_1789971625-email-attachment_2026_09_21_ariefhakim-at-klyid_penjelasan-bahlil-soal-rencana-prabowo-subianto-mau-bikin-bensin-dari-batu-bara_1000449262.jpg)
Perbesar
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa rencana pengolahan batu bara menjadi bensin merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.
Langkah ini diambil setelah sukses memanfaatkan minyak sawit. Presiden Prabowo menilai pemanfaatan sumber daya alam (SDA) dalam negeri harus dioptimalkan.
"Apa yang disampaikan Bapak Presiden Prabowo terkait pembuatan gas ataupun minyak lewat batu bara itu berangkat dari pemikiran dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu," kata Bahlil di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2026).
"Maka arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia, salah satunya melalui energi alternatif dari batu bara," imbuhnya.
Bakal Ditindaklanjuti
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353615/original/098219800_1789971640-email-attachment_2026_09_21_ariefhakim-at-klyid_penjelasan-bahlil-soal-rencana-prabowo-subianto-mau-bikin-bensin-dari-batu-bara_1000449263.jpg)
Perbesar
Bahlil menjelaskan, teknologi untuk mengolah batu bara menjadi minyak, bensin, maupun gas sudah tersedia di banyak negara. Pihaknya pun berjanji akan segera menindaklanjuti arahan Presiden tersebut.
"Sekarang teknologi sudah canggih, batu bara low calorie (kalori rendah) bisa menghasilkan gas maupun minyak. Nah, kita akan menindaklanjuti terus apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden," ucap dia.
Belajar dari China
Bahlil menerangkan lebih lanjut, China telah berhasil menghasilkan gas dari batu bara kalori rendah untuk memasok kebutuhan masyarakatnya. Peluang tersebut terbuka lebar untuk diterapkan di Indonesia.
"Di beberapa negara seperti China, gasnya sudah diambil dari batu bara low calorie. Beberapa perusahaan juga sudah menawarkan kerja sama kepada kami," ungkapnya.
"Kita tahu potensi batu bara kalori rendah kita sangat besar. Ini yang dimaksudkan oleh Pak Prabowo," imbuh Bahlil.
Ia menegaskan, setiap perintah Presiden untuk menjaga ketahanan energi nasional akan menjadi prioritas utama.
"Kami di Kementerian ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah Bapak Presiden terkait optimalisasi ketahanan energi dengan memanfaatkan sumber energi dalam negeri," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326422/original/097333500_1787022638-email-attachment_2026_08_18_ariefhakim-at-klyid_amran-sulaiman-copot-14-pejabat-kementan-terindikasi-korupsi-miliaran-rupiah_13165.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5170222/original/029768500_1742596940-20250322-Penukaran_Uang-ANG_10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354523/original/025303100_1790053575-Foto_1__8_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354567/original/047936600_1790055224-Foto_1__9_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336612/original/084167500_1788168015-1000425719.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523205/original/092613500_1772794695-1000253144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9318562/original/011507200_1786104106-693127e6dc59c_20251204131918-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352149/original/042458700_1610959708-20210118-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353342/original/073453900_1789961127-IMG_7201.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353262/original/055211800_1789957329-IMG_7180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354068/original/023885400_1789997908-email-attachment_2026_09_21_ariefhakim-at-klyid_esdm-buka-suara-rkab-byan-terbit-usai-dicaplok-haji-isam_1000449754.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7636880/original/008140100_1780426248-Berkshire_Hathaway.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336780/original/070388800_1788177877-Foto_1_-_Danantara_Housing_Expo_2026_Sukses_Catat_Nilai_Proyek_Rp2_Triliun.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337945/original/023724000_1788265788-IMG_6792.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303757/original/046941100_1784692099-1000383983.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5420194/original/096245700_1763728465-IMG_0140.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2937006/original/021310000_1570791763-Bandara_Tjilik_riwut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4823389/original/093315500_1714990090-Gerakan_pasar_murah_untuk_tekan_harga_bawang_merah_yang_masih_tinggi-ANGGA_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575266/original/082450200_1778042713-02f57b03-de47-4bab-ac06-e0cd3d180c10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338026/original/049980200_1788273977-1000427123.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340108/original/016620700_1788484036-1000429747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336574/original/015631100_1788166251-IMG_20260831_154615.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4910259/original/081730900_1722909738-4098c967-b930-4c85-9334-a9e6e3d14f72.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349280/original/047226900_1757918262-2a382ae5-7ce5-42aa-9447-93e8636268f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1230533/original/005867600_1463022069-Banner_Gaji_PNS.jpg)