Menenun Harapan dari Lurik: Kisah diOpeni Berdayakan Perempuan Bersama Rumah BUMN BRI Malang

7 hours ago 8

Lebih dari sekadar bisnis, diOpeni berkembang menjadi ruang pemberdayaan. Peni mendirikan komunitas bernama Preman Super, singkatan dari Perempuan Mandiri Sumber Perubahan.

Komunitas ini menjadi wadah bagi perempuan, terutama lansia dan ibu tunggal, untuk tetap produktif. Banyak di antara mereka yang kemudian bergabung sebagai bagian dari tim diOpeni.

"Kami memberikan keleluasaan yang berkaitan dengan kreativitas. Misalnya kalau selama ini menerima jahitan sebatas model dan ukuran sesuai permintaan pelanggan, di diOpeni terbuka dengan bagaimana para karyawan ini bisa menuangkan ide-idenya sendiri yang dituangkan ke dalam kain lurik," ungkapnya.

Bagi Peni, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.

"Saya benar-benar senang sekali bisa membantu karyawan. Ada karyawan yang usianya sudah 60 tahun, bisa membeli mesin cuci dari upah bekerja bersama diOpeni. Dan bahkan beliau juga pernah mengatakan Alhamdulillah punya mesin cuci, saya pada akhirnya bisa bekerja mengerjakan jahitan ini semakin banyak. Itulah yang menggerakkan hati saya untuk terus mengembangkan usaha ini," kisahnya.

Ia percaya, kekuatan terbesar diOpeni justru terletak pada kolaborasi antarperempuan yang saling mendukung.

"Ini adalah sumber kekuatan yang luar biasa untuk bisa membangun sebuah bisnis menjadi sukses. Dengan tangan-tangan terampil para perempuan ini juga harapannya menjadi sebuah usaha yang menginspirasi pada perempuan yang lainnya," ujar Peni.

Harapan ke depan pun terus ia rajut. Peni ingin diOpeni semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak peluang, termasuk melalui pameran berskala lebih besar.

"Sesuai dengan namanya, saya ingin usaha ini benar-benar terus 'diopeni' (dirawat) agar manfaatnya tidak berhenti di saya saja. Sebaik-baiknya perempuan adalah yang memiliki kegiatan produktif, yang mampu menambah kesejahteraan keluarga tanpa meninggalkan perannya di rumah," tutur Peni dengan penuh keyakinan.

Di sisi lain, dukungan terhadap UMKM seperti diOpeni menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyebutkan bahwa Rumah BUMN hadir sebagai wadah kolaboratif untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.

Ia menjelaskan, hingga kini BRI telah membina 54 Rumah BUMN serta menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi UMKM di seluruh Indonesia.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Diopeni jadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah,” pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |