Jawab Tantangan Presiden, Pengembang Ini Jual Rumah Rp 98 Jutaan

6 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Guna menjawab tantangan Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, LippoLand menghadirkan konsep Hunian Warisan Bangsa (HWB). Proyek rumah komersial non-subsidi dua lantai ini menawarkan cicilan terjangkau mulai dari Rp 600 ribuan per bulan.

CEO LippoLand, David Iman Santosa, mengungkapkan bahwa terobosan ini bermula dari diskusi langsung bersama Presiden Prabowo yang menaruh perhatian pada kemampuan finansial pekerja di sektor informal.

"Kelompok masyarakat ini diperkirakan hanya mampu membayar cicilan rumah sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Namun, Presiden Prabowo mendorong standar yang jauh lebih fleksibel, yakni Rp 600 ribuan per bulan. Ya saat itu kita jawab dulu tantangannya untuk coba," ujar David saat menerima penghargaan Indonesia Property Record di HWB Serang, Banten, Selasa (22/9/2026).

Dari dorongan tersebut, LippoLand mencetuskan proyek HWB di Purwakarta. Kendati mengusung status sebagai hunian komersial dua lantai dan bukan rumah subsidi, unit di kawasan tersebut dibanderol mulai dari Rp 98 jutaan.

Sejak diperkenalkan pada akhir 2025, lebih dari 1.000 unit di HWB Purwakarta ludes terjual, dengan total penjualan keseluruhan mencapai lebih dari 2.000 unit.

Keberhasilan konsep ini kemudian diekspansi ke kawasan Serang, Banten. Memanfaatkan lahan seluas 35 hektare, HWB Serang menawarkan unit rumah komersial mulai dari Rp 101 juta, yang akan resmi dipasarkan pada Sabtu, 26 September 2026.

"Dengan harapan, pekerja nonformal, pengemudi ojek online, buruh, hingga pelaku UMKM sekalipun bisa memiliki rumah sendiri," tambah David.

Raih Rekor Rumah Komersial Dua Lantai Termurah

Komitmen LippoLand memperluas akses kepemilikan hunian terjangkau mendapat apresiasi dari Indonesia Property Watch (IPW). Lembaga ini menganugerahkan penghargaan Indonesia Property Record kepada HWB Purwakarta sebagai Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.

Penghargaan ini mempertegas peran aktif LippoLand dalam mengembangkan hunian komersial yang ramah kantong, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi serta industri.

Melalui skema HWB, LippoLand menerapkan pendekatan terpadu yang tidak hanya membangun unit fisik, melainkan menjamin keterjangkauan lokasi dengan pusat pekerjaan dan perkembangan ekosistem kawasan.

CEO IPW, Ali Tranghanda, mengapresiasi terobosan tersebut. Menurutnya, masalah utama sektor perumahan saat ini tidak sekadar soal pemenuhan kuota pembangunan, melainkan keterjangkauan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah di lokasi yang strategis.

"Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan terukur serta tetap memperhatikan kualitas lingkungan," tutur Ali.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |