Bahlil Mau Pangkas Regulasi Pengadaan PLTS 100 GW

5 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pemangkasan regulasi dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW). Mitra yang dinilai kompeten bisa langsung ditunjuk tanpa proses tender.

Bahlil mengatakan, pemerintah sudah memulai program 100 GW yang akan dikejar dalam waktu tiga tahun. Dia meminta PT PLN (Persero) menyiapkan pelaksanaan proyeknya, termasuk memulai proses tendernya.

"Tahun ini kita sudah luncurkan kurang lebih sekitar 5,5 gigawatt tahap pertama dan dalam perencanaan itu kurang lebih sekitar 25 sampai dengan 30 gigawatt, proses tendernya harus mulai berjalan," ucap Bahlil dalam Electricity Connect 2026, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (22/9/2026).

Dia kemudian merencanakan untuk mempermudah pemilihan mitra. Salah satu pertimbangannya yakni kompetensi dari mitra yang dipilih. Jika mumpuni, proses tendernya bis dipermudah bahkan ditunjuk langsung.

"Sekarang saya lagi melakukan penyesuaian aturan bagi perusahaan-perusahaan yang memang kompetitif dan mempunyai kemampuan teknologi yang baik, kita pertimbangkan untuk tendernya tidak perlu terlalu lama-lama," ujar dia.

Dia mengatakan penunjukkan langsung bisa dilakukan jika penawarannya bisa saling menguntungkan. "Kita pangkas birokrasinya, kalau memang ekonomis kita tunjuk dia saja, tidak usah terlalu lama-lama, terlalu mutar-mutar, terlalu banyak, yang penting bisa saling menguntungkan dan win-win. Itu win-win itu yang paling penting," bebernya.

Prioritas Produk Lokal

Bahlil menekankan untuk memprioritaskan produk lokal pada pengembangan PLTS 100 GW tersebut.

"Kita akan memprioritaskan Bahan-bahan Produksi Dari dalam negeri. Sudah barang tentu kalau dalam negerinya tidak cukup kita juga akan membuka peluang untuk melakukan impor," katanya.

Bahlil tak ingin nantinya proyek yang digarap untuk ketahanan energi nasional malah bergantung pada produk dari impor. "Tapi betul-betul selektif, kita tidak ingin pasar dalam negeri diisi oleh produk-produk yang dari luar kemudian mematikan produk dalam negeri," tandasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |