Harga Perak Antam Hari Ini 7 September 2026 Stabil di Rp 43.700

7 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stagnan pada perdagangan Senin, (7/9/2026). Harga perak Antam hari ini berlawanan denga harga emas Antam yang melemah dan harga perak dunia menguat.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini stabil di Rp 43.700. Harga perak Antam ini sama seperti perdagangan sebelumnya Rp 43.700.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 11.450.000 dan perak batangan 500 gram ditetapkan Rp 21.975.000.

Lalu bagaimana harga perak dunia?

Mengutip data tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 0,21% menjadi US$ 66,13.

Harga perak diperdagangkan di kisaran US$ 66 per ons pada Senin setelah turun lebih dari 1% pada sesi sebelumnya, tertekan oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (the Fed) dalam waktu dekat menyusul data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan pekan lalu.

Data yang dirilis pada Jumat menunjukkan nonfarm payrolls AS meningkat sebesar 162.000 pada Agustus, setelah angka kenaikan bulan Juli direvisi naik menjadi 23.000 dan jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 56.000.

Sementara itu, tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1%, sedangkan pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,1%, meskipun penurunannya lebih kecil daripada perkiraan para ekonom.

Pasar meningkatkan prediksi kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 60%, naik dari kisaran 50% sebelum data tersebut dirilis. Perak juga tetap berada di bawah tekanan akibat kenaikan harga minyak setelah AS dan Iran saling melakukan serangan terhadap kapal-kapal selama akhir pekan, yang memicu kekhawatiran akan munculnya kembali tekanan inflasi.

Harga Emas Dunia Turun 2%, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemberat

Sebelumnya, harga emas dunia turun lebih dari 2% pada perdagangan Jumat dan berada di jalur penurunan mingguan. Pelemahan harga emas terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bulan ini.

Mengutip CNBC, Sabtu (5/9/2026), harga emas di pasar spot turun 2,2% menjadi US$ 4.376,04 per ounce, sehingga berada di jalur penurunan sekitar 1% dalam sepekan.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 2,4% menjadi US$ 4.428,80 per ounce.

Pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sedangkan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif stabil dan membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September tetap terbuka.

“Harga emas jatuh cukup dalam karena data utama yang sangat kuat, ditambah laporan secara keseluruhan yang solid, membuat kenaikan suku bunga pada September jauh lebih mungkin terjadi, kecuali kita mendapatkan laporan CPI yang lemah,” kata analis independen Tai Wong.

Harga kontrak suku bunga jangka pendek kini menunjukkan peluang sekitar 65% untuk kenaikan suku bunga kebijakan AS dalam pertemuan The Fed pada 15-16 September. Angka tersebut naik dari sekitar 55% sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis.

Perhatian pasar selanjutnya beralih ke data inflasi AS, yakni Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) yang akan dirilis pekan depan. Data tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan The Fed.

Analis pasar utama Bybit, Han Tan, menilai laporan pekerjaan terbaru memperkuat peluang bank sentral AS melanjutkan kebijakan suku bunga tinggi.

“Laporan pekerjaan terbaru ini muncul setelah pidato hawkish Ketua Warsh di Jackson Hole dan tampaknya semakin membuka peluang bagi The Fed untuk menjalankan kecenderungan menaikkan suku bunga, mungkin bahkan pada bulan ini,” kata Han.

“Dengan mandat menjaga stabilitas harga menjadi perhatian utama pembuat kebijakan, data CPI AS pekan depan masih dapat memicu pergerakan yang lebih besar pada logam mulia,” tambahnya.

Sementara itu, perak turun 3% menjadi US$ 64,92 per ounce, platinum melemah 2% menjadi US$ 1.789,67, dan palladium turun 1,7% menjadi US$ 1.396,50 per ounce. Ketiganya juga menuju penurunan mingguan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |