Harga Minyak Tembus US$ 91, Ketegangan Timur Tengah Memanas

10 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu. Penguatan terjadi karena investor khawatir ketegangan di Timur Tengah akan semakin meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan menangguhkan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran.

Kekhawatiran pasar juga dipicu oleh kondisi pelayaran melalui Selat Hormuz yang masih lambat. Data menunjukkan sebagian besar pemilik kapal menghindari jalur tersebut karena belum ada kepastian mengenai pembukaannya kembali.

Mengutip CNBC, Kamis (20/8/2026), harga minyak mentah Brent berjangka naik 0,7 persen dan ditutup pada US$ 91,62 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1 persen menjadi US$ 85,83 per barel.

“Kontrak berjangka minyak mentah masih mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di Timur Tengah. Kini UEA menyatakan telah memutus seluruh hubungan keuangan dengan Iran akibat serangan rudal terbaru,” kata Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial, Dennis Kissler.

Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menyebut Selat Hormuz terbuka.

Namun, Iran menyatakan jalur perairan tersebut masih ditutup.

Kebuntuan Diplomatik

Kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada Senin. Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa negaranya sedang bergerak menuju kondisi yang lebih buruk akibat kebuntuan diplomatik.

Tidak ada laporan mengenai serangan dari kedua pihak pada Selasa.

Financial Times melaporkan, Iran tengah mempertimbangkan sasaran militer di Eropa jika Trump meningkatkan eskalasi perang. Laporan tersebut mengutip sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Pasar minyak saat ini masih berfokus pada Selat Hormuz. Sebelum perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati jalur strategis tersebut.

Kenaikan harga minyak Brent di atas US$ 91 per barel menunjukkan para pedagang mulai memperhitungkan risiko geopolitik yang lebih tinggi.

“Pergerakan Brent di atas US$ 91 per barel menunjukkan bahwa para pedagang mulai memperhitungkan premi risiko yang lebih tinggi, dengan harga berpotensi kembali ke level tiga digit,” kata Ahmad Assiri, analis strategi riset di perusahaan pialang Pepperstone.

Jika harga kembali menembus US$ 100 per barel, tekanan terhadap biaya energi global berpotensi semakin besar. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi di berbagai negara.

Persediaan Minyak AS

Sementara itu, pengiriman minyak dari pelabuhan Rusia di wilayah barat turun menjadi sekitar 2,3 juta barel per hari pada paruh pertama Agustus. Angka tersebut 15 persen lebih rendah dibandingkan rencana awal pemuatan.

Penurunan pengiriman terjadi akibat gangguan di pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam.

Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah justru meningkat. Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mencatat stok minyak mentah naik 4,4 juta barel menjadi 428,8 juta barel pada pekan lalu.

Kenaikan stok tersebut membantu meredakan kekhawatiran mengenai ketatnya pasokan minyak di AS.

Secara global, perusahaan pengolahan minyak atau kilang terus meningkatkan pembelian minyak mentah. Langkah tersebut dilakukan karena margin pengolahan yang tinggi serta serangan Ukraina terhadap sektor pengolahan minyak Rusia yang membuat pasokan bahan bakar global tetap terbatas.

“Secara global, perusahaan kilang terus membeli minyak mentah karena margin yang tinggi dan serangan Ukraina terhadap sektor pengolahan minyak Rusia membuat pasokan bahan bakar global tetap ketat,” kata Kissler dari BOK Financial.

Data EIA juga menunjukkan tingkat utilisasi kilang minyak AS naik 1 poin persentase menjadi 97,2 persen pada pekan tersebut.

Tingginya tingkat utilisasi kilang menunjukkan permintaan minyak mentah dari sektor pengolahan masih kuat, meski pasar terus dibayangi risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |