CEO DSI Luke Mahony: Tata Kelola Ekspor Diperkuat Tanpa Tambah Birokrasi

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - CEO Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Luke Mahony, menyatakan bahwa pihaknya akan memperkuat tata kelola ekspor dengan mengintegrasikan data kementerian guna mendukung analisis transaksi dan perekonomian nasional.

Mahony menjelaskan bahwa pada tahap awal, DSI memfokuskan kinerja pada pengumpulan data yang sudah tersedia dalam sistem kementerian. Data tersebut diolah untuk membangun analisis yang akurat tanpa perlu menambah lapisan birokrasi baru.

“Peran DSI pada tahap awal adalah mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam sistem kementerian. Tujuannya bukan untuk menambah birokrasi, tetapi memanfaatkan data yang sudah ada,” kata Mahony dalam konferensi pers Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor SDA di Wisma Danantara Indonesia, Senin (24/8/2026).

Ia menambahkan, DSI secara bertahap melengkapi data pendukung yang diperlukan untuk memperdalam analisis. Langkah ini ditujukan untuk mengidentifikasi potensi transfer pricing (rekayasa harga) dan bentuk penyimpangan transaksi lainnya.

Perantara Ekspor

Selain mengolah data, Mahony menuturkan bahwa DSI bertindak sebagai perantara dalam kegiatan ekspor. Peran ini dipastikan tidak akan mengubah skema hubungan komersial yang telah berjalan antara pembeli dan penjual.

“Hubungan antara pembeli dan penjual yang saat ini sudah berjalan tetap dipertahankan. Arus komoditas tetap berlangsung secara langsung antara pembeli dan penjual,” ujar Mahony.

Arus pembiayaan pun tetap berjalan normal antarpelaku usaha pada tahap awal penerapan sistem. Selanjutnya, DSI akan terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas pemantauan.

“Kami akan mengevaluasi efektivitas mekanisme tersebut untuk mengidentifikasi transfer pricing dan under-invoicing. Dari situlah langkah awal kami dimulai,” pungkas Mahony.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |