Harga Emas Antam 24 Agustus 2026 Menguat Rp 10.000, Simak Rincian di Sini

8 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak pada perdagangan Senin (24/8/2026). Harga emas Antam hari ini lebih mahal Rp 10.000.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol di Rp 2.750.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas berada di posisi Rp 2.740.000 per gram.

Demikian juga harga buyback (beli kembali) terbang Rp 10.000 menjadi Rp 2.610.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang didapatkan pemilik emas jika menjual kembali logam mulianya ke Antam. Sementara itu, harga yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen.

Perlu diingat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) lalu di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback sebesar Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam:

  • 0,5 gram: Rp 1.425.000
  • 1 gram: Rp 2.750.000
  • 2 gram: Rp 5.450.000
  • 3 gram: Rp 8.157.000
  • 5 gram: Rp 13.565.000
  • 10 gram: Rp 27.050.000
  • 25 gram: Rp 67.460.000
  • 50 gram: Rp 134.755.000
  • 100 gram: Rp 269.360.000
  • 250 gram: Rp 673.090.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.345.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.690.600.000 (pre-order)

Seluruh informasi harga mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.

Survei Kitco: 73% Analis Prediksi Harga Emas Naik

Sebelumnya, harga emas mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut dan berhasil menembus level US$ 4.600 per troy ounce. Kondisi ini membuat mayoritas analis Wall Street memperkirakan tren penguatan masih berlanjut pada pekan ini.

Harga emas spot bahkan sempat mencapai US$ 4.632,14 per troy ounce pada Jumat minggu lalu dan bertahan di atas US$ 4.600 hingga penutupan pekan.

Optimisme tersebut tercermin dalam Kitco News Weekly Gold Survey. Dari 11 analis yang berpartisipasi, delapan analis atau 73 persen memperkirakan harga emas kembali naik pada pekan ini.

Sementara itu, tiga analis atau 27 persen memperkirakan emas akan bergerak konsolidasi setelah mencatat kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Tidak ada satu pun analis yang memprediksi harga emas turun.

Ruang untuk Emas

Managing Director Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, menilai emas masih memiliki ruang untuk menguat setelah melewati sejumlah level teknikal penting.

“Harga emas berhasil melampaui rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya dalam dua bulan dan melewati level retracement 38,2 persen dari penurunannya sejak rekor tertinggi pada Maret. Penembusan yang meyakinkan di atas US$ 4.600 membuka peluang menuju area US$ 4.680," kata dia dikutip dari laman Kitco, Senin (24/8/2026). 

Chandler menyebut kebijakan Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi salah satu pendorong fundamental.

“Meski demikian, indikator momentum sudah berada di level tinggi dan pelaku pasar perlu mewaspadai sinyal teknikal yang menunjukkan kemungkinan pembalikan atau konsolidasi," tambah dia. 

Investor Ritel Ikut Optimistis Harga Emas Naik

Optimisme terhadap harga emas juga terlihat dari kalangan investor ritel. Dalam survei online Kitco, mayoritas responden memperkirakan harga emas kembali menguat pada pekan ini.

Dari 211 suara yang masuk, sebanyak 164 investor atau 78 persen memperkirakan harga emas naik. Sebanyak 25 investor atau 12 persen memprediksi harga emas turun, sementara 22 investor atau 10 persen memperkirakan harga bergerak sideways.

Senior Market Analyst Barchart.com, Darin Newsom, termasuk analis yang memperkirakan harga emas naik.

“Saya mencoba melawan tren pekan lalu dan hasilnya tidak terlalu baik. Intinya, fundamental pada akhirnya akan menang. Selama bank-bank sentral di seluruh dunia terus membeli emas, secara fundamental emas masih bullish,” kata dia,

Newsom juga menilai tekanan terhadap aset dan mata uang AS menjadi faktor yang mendukung emas.

“Mengingat kondisi ini tidak akan berubah dalam waktu dekat, emas dan perak seharusnya tetap bullish secara fundamental untuk masa mendatang.”

Adrian Day, Presiden Adrian Day Asset Management, juga memperkirakan harga emas naik. Ia menilai dampak jangka pendek kebijakan pembelian kembali obligasi AS mungkin akan mereda, tetapi persoalan fundamental di pasar utang tetap ada.

“Bessent telah memutuskan untuk mencoba menyelamatkan pasar obligasi dengan mengorbankan dolar AS, dan hal ini positif bagi emas.”

Target Harga Emas

Meski mayoritas analis optimistis, Kevin Grady, Presiden Phoenix Futures and Options, masih menunggu konfirmasi dari data ekonomi dan kebijakan Federal Reserve (The Fed) sebelum memastikan kenaikan emas di atas US$ 4.600 dapat bertahan.

Menurut Grady, perhatian pasar saat ini tertuju pada pasar obligasi AS.

“Saat ini semuanya tentang obligasi. Itulah keseluruhan ceritanya. Tentu saja, orang-orang tertarik pada minyak mentah dan lainnya, tetapi pergerakan emas pekan ini semuanya berkaitan dengan obligasi.”

Ia menilai peningkatan pembelian kembali obligasi oleh pemerintah AS justru menunjukkan adanya persoalan yang lebih besar.

“Ketika Anda harus turun tangan dan melakukan intervensi seperti itu, menurut saya itu adalah sebuah masalah, dan pada akhirnya pasar harus menghadapi persoalan tersebut.”

Grady masih menunggu data ekonomi serta keputusan The Fed.

“Kita perlu melihat lebih banyak data dan melihat apa yang akan dilakukan The Fed. Menurut saya, September akan menarik dan kita akan melihat apa yang terjadi dengan suku bunga.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |