Liputan6.com, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima laporan dari BNI terkait kasus dugaan penggelapan dana gereja Aek Nabara sebesar Rp 28 miliar oleh mantan pejabat BNI.
"Kasus ini memang telah menimbulkan perhatian publik dan kami memandangnya sebagai kejadian serius yang berdampak signifikan," kata Dian dikutip dari jawaban tertulisnya, Sabtu (25/4/2026).
Sebagai tindak lanjut, OJK telah melakukan langkah pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk meminta BNI untuk menindaklanjuti kasus ini secara menyeluruh, baik dari sisi proses hukum, penyelesaian kewajiban kepada nasabah, maupun perbaikan pengendalian internal agar kejadian serupa tidak terulang.
"Perlu kami sampaikan bahwa proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat telah berjalan. Kami menghormati dan mendukung proses hukum tersebut agar dapat memberikan kepastian dan keadilan bagi semua pihak, khususnya nasabah yang dirugikan," ujarnya.
Dian menegaskan, OJK akan terus memantau secara ketat perkembangan kasus ini, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, serta meminta Bank bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan kepada nasabah.
Pengembalian dana atas kasus ini merupakan hak nasabah yang didasari hubungan perdata antara bank dan nasabah serta ketentuan OJK yang mengatur mengenai mengenai pengawasan internal bank dan perlindungan konsumen. Adapun BNI telah melakukan pembayaran atas hak nasabah tersebut pada 22 April 2026.
OJK Minta Bank Gerak Cepat Jika Terkena Masalah
Dian mengatakan ke depan, OJK akan memastikan penguatan tata kelola, fungsi manajemen risiko, kepatuhan, dan audit internal perbankan dapat berjalan efektif dan independen. Penguatan juga dilakukan terutama dalam pengendalian internal terkait data dan transaksi nasabah.
Selain itu, bank perlu memastikan penerapan three lines of defense dapat berjalan secara optimal, didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan, serta membangun budaya yang kuat atas manajemen risiko dari level top management hingga operasional di setiap cabang.
"Perbankan perlu memberikan respons secara cepat dan transparan dalam menangani setiap insiden. Langkah ini sangat penting demi menjaga kepercayaan publik terhadap industri perbankan," pungkasnya.
BNI Kembalikan Dana Gereja Aek Nabara Rp 28,25 Miliar
Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) resmi mengembalikan seluruh dana nasabah umat Gereja Aek Nabara dengan total mencapai Rp28,25 miliar.
Pengembalian terbaru sebesar Rp 21.257.360.600 melengkapi pengembalian sebelumnya sebesar Rp 7 miliar kepada Credit Union Paroki Aek Nabara (CU-PAN). Dengan demikian, seluruh dana nasabah telah dikembalikan.
“Hari ini kami menyampaikan kabar baik kepada seluruh masyarakat. Proses pengembalian dana kepada nasabah CU Paroki Aek Nabara telah selesai dilaksanakan,” kata Direktur Human Capital and Compliance BNI, Munadi Herlambang, dalam konferensi pers di Grha BNI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Kasus ini merupakan tindak lanjut dari penggelapan dana di Gereja Paroki St. Fransiskus Assisi Aek Nabara yang dilakukan oleh mantan Kepala Kantor Kas BNI Aek Nabara, Andi Hakim Febriansyah.
Munadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada jemaat Gereja Paroki Aek Nabara dan umat Katolik di seluruh Indonesia.
“BNI menyampaikan permohonan maaf kepada umat Katolik seluruh Indonesia, khususnya jemaat Gereja Paroki Aek Nabara, serta masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama ini. Kami memahami kekhawatiran dan dampak yang dirasakan,” ujarnya.
Respons Koperasi
Bendahara CU-PAN Aek Nabara, Suster Natalia Situmorang, mengapresiasi penyelesaian kasus tersebut setelah seluruh dana jemaat dikembalikan.
“Hari ini dengan penuh sukacita kami telah menerima penyelesaian persoalan ini. Pembayaran dari BNI telah dilakukan secara penuh sesuai dengan tuntutan kami,” kata Suster Natalia.
Proses pengembalian dana ini turut dihadiri perwakilan CU-PAN Aek Nabara, Manotar Marbun, serta kuasa hukum CU-PAN, Bryan Roberto Mahulae.
Komitmen BNI
Sebelumnya, BNI berkomitmen menuntaskan kasus penggelapan dana nasabah senilai Rp28 miliar di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Aek Nabara, Sumatera Utara.
Munadi Herlambang menyatakan pihaknya menargetkan pengembalian dana nasabah hingga 100% dalam waktu sepekan.
“Penyelesaian akan kami lakukan dalam minggu ini. Senin sampai Jumat di hari kerja akan kami kembalikan,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, proses pengembalian dana dituangkan dalam perjanjian hukum yang disepakati kedua belah pihak.
“Mekanisme penyelesaian mengedepankan prinsip transparan, terukur, dan akuntabel guna memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak,” jelasnya.
Diproses Sejak Februari 2026
BNI menyatakan telah mengambil langkah penyelesaian sejak kasus ini terungkap pada Februari 2026.
“Peristiwa ini merupakan tindakan oknum individu yang melakukan transaksi di luar sistem, di luar kewenangan, dan prosedur resmi perbankan,” kata Munadi.
Berdasarkan hasil penyidikan kepolisian, jumlah dana yang digelapkan mencapai sekitar Rp28 miliar.
Sebagai bentuk itikad baik, BNI sebelumnya telah mengembalikan dana awal sebesar Rp7 miliar kepada nasabah CU Paroki Aek Nabara.
“Proses penyelesaian dilakukan secara hati-hati untuk memastikan hasil yang sah secara hukum,” tutupnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4517986/original/073368000_1690547924-IMG-20230728-WA0054.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2393928/original/011471200_1540635257-OJK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043411/original/005540900_1446622303-20151104-OJK-AY-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379055/original/066877200_1760334012-1000124687.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4702093/original/065435600_1703867200-WhatsApp-Image-2023-12-21-at-17.05.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1097049/original/004590600_1451399529-20151229-BPK-RI-YR-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545591/original/028851700_1775201136-pal5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4316216/original/042909700_1675755230-000_337W7LP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4764754/original/019860100_1709784752-Pertamina_Shipping.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565629/original/009649500_1777038811-7f0c9a2b-3683-4ebf-a960-34f39c83cf15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565605/original/068479600_1777036802-1000299033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426621/original/041286700_1764311938-Wakil_Menteri_Energi_dan_Sumber_Daya_Mineral__ESDM___Yuliot_Tanjung-28_november_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472850/original/077010600_1768378156-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5137791/original/066385900_1739961433-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534487/original/024967600_1773827091-Kabar_Gembira__Uang_Saku_Peserta_Pemagangan_Nasional_Naik_-_3.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298767/original/009113000_1753771561-ChatGPT_Image_Jul_29__2025__01_39_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5060123/original/044622900_1734755477-1734751481183_tips-membeli-emas-perhiasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457831/original/061087900_1767059706-04b2abd5-8e52-4017-9f04-51667654d0cd.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469930/original/003679600_1768191721-Depositphotos_20063789_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2223019/original/002199300_1526975195-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462039/original/059715200_1767501896-eb7a855e-41aa-4aed-9f9b-682a9ff4172a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459918/original/090733700_1767180752-1000194105.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4349647/original/096522800_1678186856-20230307-Harga-Cabai-Ramadan-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)