Antam Raup Penjualan Emas Rp 23,89 Triliun hingga Maret 2026

8 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau disebut Antam mencatat kinerja produksi dan penjualan yang optimal selama kuartal pertama 2026. Penjualan bersih mencapai Rp 29,32 triliun pada kuartal pertama 2026, tumbuh 12% dibandingkan Rp 26,15 triliun pada kuartal pertama 2025.

Penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp 28,31 triliun atau setara 97% dari total penjualan bersih. Pertumbuhan ini sejalan dengan strategi untuk memperkuat basis pelanggan dalam negeri, khusus produk emas, bijih nikel dan bijih bauksit.

"Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar Direktur Utama Antam Untung Budiharto dikutip dari keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Pada kuartal pertama 2026, segmen emas berkontribusi sekitar 81% terhadap total penjualan. Penjualan emas tumbuh 11% menjadi Rp 23,89 triliun dari Rp 21,61 triliun pada kuartal pertama 2025.

Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas mencapai 8.464 kg (272.124 troy ounce).

Untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, ANTAM menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri domestik.

 Segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 15% atau Rp 4,47 triliun terhadap total penjualan pada kuartal pertama 2026, meningkat 19% dari Rp 3,77 triliun pada kuartal pertama 2025.

 Produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt), dengan volume penjualan sebesar 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik. Sementara itu, produksi feronikel tercatat sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan mencapai 2.803 TNi. Seluruh penjualan feronikel terserap oleh pasar ekspor.

Produksi Tambang Lainnya

Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan dengan nilai Rp 879,14 miliar, meningkat 24% dibandingkan Rp 708,75 miliar pada kuartal pertama 2025.

Produksi bauksit mencapai 628.785 wmt, sejalan dengan optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta peningkatan serapan pasar domestik. Volume penjualan tercatat sebesar 593.476 wmt, naik 9% dari 544.750 wmt pada kuartal pertama 2025.

Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik CGA, produksi alumina (chemical grade alumina) mencapai 49.566 ton, meningkat 13% dibandingkan 44.051 ton pada kuartal pertama 2025. Dari sisi penjualan, volume tercatat sebesar 49.072 ton, tumbuh 11% dari 44.048 ton.

Dengan fondasi operasional yang solid dan kondisi keuangan yang sehat, Perusahaan optimis menjaga momentum pertumbuhan serta menghadapi dinamika global melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan.

"ANTAM terus berkomitmen menerapkan good mining practices dan operational excellence di seluruh aktivitas operasional guna mewujudkan bisnis yang berkelanjutan,”

Laba Tumbuh 58%

Selain itu, perseroan mencatat laba periode berjalan sebesar Rp 3,66 triliun, naik 58% dibandingkan kuartal pertama 2025 sebesar Rp 2,32 triliun.

Sejalan dengan peningkatan tersebut, ANTAM juga membukukan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar 55%, dengan capaian EBITDA pada kuartal pertama 2026 sebesar Rp 5,05 triliun dibandingkan Rp 3,26 triliun pada kuartal pertama 2025.

"Capaian kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung oleh konsistensi Perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional,” ujar dia.

Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada kuartal pertama 2026 tercermin dari laba kotor sebesar Rp 5,62 triliun, meningkat 54% dibandingkan kuartal pertama 2025 sebesar Rp 3,64 triliun. Sejalan dengan itu, laba usaha pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp 4,50 triliun, tumbuh 67% dari Rp 2,69 triliun pada kuartal pertama 2025.

Aset Perseroan

Kinerja ini juga didukung oleh kenaikan penghasilan lain-lain sebesar 15% menjadi Rp 279,60 miliar, dari Rp 243,64 miliar pada kuartal pertama 2025. Peningkatan kinerja tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar menjadi Rp 141,77 per saham dasar, atau meningkat 60% dibandingkan Rp 88,69 per saham dasar pada kuartal pertama 2025.

Pada laporan posisi keuangan, Antam membukukan total aset sebesar Rp 63,30 triliun pada kuartal pertama 2026, meningkat 31% dari Rp 48,30 triliun pada kuartal pertama 2025. 

Pertumbuhan aset mencerminkan ekspansi usaha serta penguatan kapasitas operasional dalam mendukung kinerja yang berkelanjutan. Nilai ekuitas juga meningkat 17% menjadi Rp40,41 triliun, dari Rp34,62 triliun pada kuartal pertama 2025 Sementara itu, posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 9,04 triliun, naik 31% dari Rp 6,92 triliun pada kuartal pertama 2025 mencerminkan fleksibilitas keuangan Perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |