Warren Buffett Ingin Anda Berhenti Lakukan 5 Hal Ini Terkait Uang

9 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Chairman Berkshire Hathaway sekaligus miliarder, Warren Buffett dikenal sebagai sosok yang bijak dalam mengatur keuangan. Dia bergantung pada pengetahuan umum yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat memiliki uang. Ini dibuktikan olehnya melampaui ketajaman investasinya, lantaran dia masih tinggal di rumah yang sama di Nebraska sejak dibelinya pada 1958.

Tips keuangan dari Buffett adalah hal yang tak bisa dilewatkan. Dia tidak begitu saja jadi miliarder, dan tips keuangannya dapat membantu menjaga dan menumbuhkan kekayaan. Dilansir dari GOBankingRates, Minggu (16/8/2026), berikut adalah beberapa tips keuangan terbaik dari Warren Buffett.

1.Perangkap Menumpuk Utang Kredit

Buffett menyebut utang kartu kredit sebagai perangkap yang membuat pertumbuhan kekayaan mustahil. Pada 1999, dia menyarankan orang-orang untuk tidak menggunakan kartu kredit sama sekali.

Dia mencemaskan suku bunga kartu kredit yang sering kali tinggi, di kisaran 18% sampai 20%.  "Jika saya meminjam uang dengan bunga 18% atau 20%, pasti saya bangkrut," ujar dia.

Buffett juga menceritakan dari semua surat yang diterimanya dari orang-orang yang terdesak dan ketakutan, kebanyakan permasalahannya berakar dari utang layanan kesehatan, yang disebutnya sebagai tragedi nasib buruk, dan utang kartu kredit, yang menurutnya mudah dihindari.

2. Tidak Membawa Uang Tunai

Tidak perlu menjalankan perusahaan besar untuk mengetahui membawa uang tunai dapat melatih disiplin dalam pengeluaran. Saat tidak mengetahui berapa banyak uang yang dimiliki, terdapat kecenderungan untuk membeli barang yang tidak diperlukan. Saat kesempatan atau tawaran yang lebih baik muncul, uang yang seharusnya bisa dipakai jadi sudah habis.

Transaksi bisnis skala besar yang dilakukan Buffett telah membuatnya menyadari pentingnya likuiditas. Dalam suratnya kepada para pemegang saham, dia pernah menjelaskan bahwa Berkshire Hathaway biasanya menyimpan setidaknya US$ 20 miliar, atau Rp 356,8 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.842) dalam bentuk tunai.

Dia memandang uang tunai sebagai “dry powder,” sumber daya yang memungkinkannya bersabar sekaligus bertindak cepat ketika peluang menarik muncul.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |