Liputan6.com, Jakarta - Presiden Komisaris, HFX International Berjangka, Sutopo Widodo menilai penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali terjadi pada perdagangan Kamis (7/5/2026) belum sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap sektor riil. Rupiah tercatat menguat ke level 17.325 per dolar AS, tetapi volatilitas nilai tukar dinilai masih menjadi ancaman bagi dunia usaha.
Sutopo mengatakan, gejolak rupiah berpotensi menghantam sektor riil melalui kenaikan biaya produksi akibat tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memicu imported inflation atau kenaikan harga barang di tingkat konsumen.
“Volatilitas Rupiah bisa menghantam sektor riil melalui lonjakan biaya produksi akibat ketergantungan pada bahan baku impor, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga barang di tingkat konsumen atau imported inflation,” ujar Sutopo kepada Liputan6.com, Kamis (7/5/2026).
Ia menambahkan, tekanan terhadap sektor riil juga diperburuk oleh melemahnya daya beli masyarakat seiring kenaikan harga bahan bakar non-subsidi. Menurutnya, kondisi tersebut membuat perputaran modal di sektor domestik melambat karena masyarakat cenderung menahan konsumsi.
Di sisi lain, korporasi yang memiliki kewajiban utang dalam valuta asing disebut bakal menghadapi peningkatan beban cicilan. Risiko tersebut dinilai dapat memicu langkah efisiensi ekstrem hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Secara sistemik, jika motor penggerak utama seperti konsumsi dan investasi terhambat oleh biaya modal yang mahal, pertumbuhan ekonomi nasional terancam tergerus masuk ke dalam fase stagnasi,” jelas Sutopo.
Selain itu, pelaku usaha disebut cenderung menunda ekspansi bisnis di tengah tingginya ketidakpastian nilai tukar dan potensi kenaikan suku bunga perbankan. Kondisi tersebut dinilai dapat menahan laju investasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketegangan Timur Tengah Mereda, Rupiah Hari Ini Menguat
Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026) pagi, seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah tercatat naik 62 poin atau sekitar 0,36% menjadi Rp 17.325 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 17.387 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan penguatan rupiah dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi perdamaian antara AS dan Iran.
Selain itu, dukungan pemerintah China terhadap upaya gencatan senjata di Timur Tengah turut memperkuat sentimen positif di pasar keuangan global.
“Kondisi tersebut mendorong mayoritas mata uang global menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah,” kata Josua Pardede dikutip dari Antara.
Pemerintah China menyampaikan dukungan kepada Iran di tengah konflik dengan AS. Sikap tersebut muncul bersamaan dengan persiapan Beijing menyambut kunjungan Presiden AS Donald Trump pekan depan.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan penghentian permusuhan secara total sangat penting demi menjaga stabilitas kawasan.
Ia juga menilai memulai kembali konflik bukan pilihan yang dapat diterima sehingga proses negosiasi harus terus dilanjutkan.
Trump Sebut Peluang Kesepakatan Damai Sangat Besar
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran dalam 24 jam terakhir berjalan sangat baik.
Trump bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang AS-Israel sangat mungkin terjadi.
“Kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen sangat mungkin tercapai,” ujar Trump.
Saat ditanya terkait batas waktu penyelesaian negosiasi, Trump menegaskan tidak ada tenggat waktu khusus dalam proses pembicaraan tersebut.
Menurut Josua Pardede, dukungan China terhadap gencatan senjata semakin meningkatkan harapan pasar terhadap kemajuan negosiasi antara Washington dan Teheran.
“Pemerintah Tiongkok menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata menyeluruh di Timur Tengah, sehingga meningkatkan harapan terhadap kemajuan negosiasi antara AS dan Iran,” ujarnya.
Membaiknya sentimen geopolitik membuat pelaku pasar mulai mengurangi permintaan terhadap dolar AS yang selama ini menjadi aset safe haven saat ketidakpastian global meningkat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5230612/original/050320000_1748000406-IMG-20250523-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431960/original/016669600_1764752022-IMG_2631.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5585827/original/090247900_1778138812-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_12.42.31__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582992/original/024357400_1778134198-Ruas_Jalan_Tol_Bogor___Ciawi___Sukabumi__Bocimi_-7_Mei_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2824835/original/050624400_1560140448-20190610-Hari-Pertama-Kerja_-PNS-DKI-Langsung-Aktif-Bekerja6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5580139/original/064163800_1778125140-Depositphotos_643683298_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579977/original/062442800_1778122864-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_09.36.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308548/original/014608000_1754547877-Gemini_Generated_Image_5zzcn95zzcn95zzc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2199763/original/055327500_1525841213-hoax.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399660/original/093098400_1761986768-0a542489-87cf-4a7f-8d2e-d3fb878aa9c7.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534516/original/032481400_1773830288-6_25_juta_orang_berangkat_mudik_menggunakan_angkutan_umum-18_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469930/original/003679600_1768191721-Depositphotos_20063789_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484480/original/028747100_1769432326-Foto_1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454645/original/011893600_1766566110-kalender_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469281/original/057718200_1768104586-9f62b254-8045-4ab0-aad2-b2a48678402b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484428/original/077512500_1769425772-WhatsApp_Image_2026-01-26_at_18.02.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495045/original/053747100_1770352755-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1770927/original/084181900_1510736171-Nikel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)