Lewat GPS dan AI, Command Center Pupuk Indonesia Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengoperasikan Command Center sebagai pusat kendali distribusi pupuk nasional dari pabrik hingga ke tangan petani. Untuk memantau realisasi penebusan pupuk subsidi yang telah mencapai 3,7 juta ton per 19 Mei 2026, dengan stok pupuk nasional sebanyak 1,17 juta ton.

Senior Vice President (SVP) Distribusi Pupuk Indonesia Veronika Trisna Sukmawati mengatakan, Command Center menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang mengintegrasikan berbagai sistem digital distribusi dalam satu dashboard monitoring.

Integrasi pemantauan berbasis Command Center mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, di mana Pupuk Indonesia berperan sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga ke tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

"Melalui transformasi digital ini, Pupuk Indonesia membangun rantai pasok pupuk yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif dengan menghubungkan proses distribusi dari hulu hingga hilir," kata Veronika, Kamis (21/5/2026).

Dalam operasionalnya, Command Center dilengkapi berbagai fitur monitoring yang terhubung di setiap tahapan distribusi. Pada tahap produksi, Command Center mampu memantau tingkat produktivitas seluruh pabrik Pupuk Indonesia Grup.

Selanjutnya pada tahap distribusi, fitur pelacakan kapal dan truk berbasis GPS memungkinkan Pupuk Indonesia memantau pergerakan distribusi di lapangan. Sekaligus mendeteksi potensi hambatan maupun penyimpangan selama proses pengangkutan berlangsung.

Pantau Potensi Kekurangan Pasokan

Lebih jauh, sistem Distribution Planning and Control System (DPCS) juga digunakan untuk memantau kondisi stok pupuk di berbagai wilayah menggunakan indikator warna sebagai early warning system, untuk mendeteksi potensi kekurangan pasokan lebih dini.

Melalui sistem ini, Veronika menyebut pihaknya dapat mengetahui daerah dengan permintaan pupuk yang tinggi dan dapat segera melakukan penyesuaian distribusi, tanpa menunggu laporan manual.

"Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami dapat segera melakukan penyesuaian pasokan pupuk agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan petani selalu terpenuhi," ujar dia.

Monitor 2,5 Juta Transaksi per Bulan

Senior Vice President (SVP) Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia Yetty Endarwati menambahkan, setelah melewati proses distribusi dari pabrik hingga PPTS, aplikasi iPubers menjadi bagian akhir dalam penyaluran pupuk subsidi kepada petani.

Menurut dia, iPubers juga terintegrasi dengan Command Center dan menjadi salah satu sumber data utama untuk memantau penyaluran pupuk subsidi secara real-time. Saat ini, rata-rata 2,5 juta transaksi penebusan pupuk subsidi dimonitor setiap bulan melalui integrasi sistem tersebut.

Data yang tercatat melalui iPubers mencakup identitas penerima, jumlah pupuk, waktu transaksi, hingga lokasi penebusan. Integrasi tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap anomali penebusan maupun potensi penyimpangan distribusi.

"Aplikasi iPubers bukan sekadar tools penebusan, tetapi instrumen penting bagi Pupuk Indonesia untuk menjaga ekosistem distribusi pupuk subsidi secara end-to-end agar lebih transparan dan tepat sasaran," ungkapnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |