Harga Minyak Naik 2% Usai Iran-AS Saling Serang

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Selasa, 8 September 2026 (Rabu pagi Jakarta) di luar jam bursa regular. Kenaikan harga minyak ini menyusul laporan Iran melancarkan gelombang serangan kedua, yang sebelumnya tidak diungkapkan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) pekan ini.

Mengutip CNBC, harga minyak Brent yang menjadi acuan internasional naik sekitar 2% menjadi US$ 99,05 per barel setelah ditutup pada level US$ 97,92. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mendaki 2,8% menjadi US$ 94,04 setelah menetap di US$ 93.03.

Pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal Iran mencoba menyerang kapal-kapal Angkatan Laut pada Senin, setelah menargetkan sebuah kapal induk dengan rudal balistik pada akhir pekan. Pentagon belum secara terbuka mengakui adanya upaya serangan pada Senin tersebut. Tidak ada kapal AS yang terkena serangan itu.

Sementara itu, media pemerintah Iran menyatakan, sebuah rudal AS menargetkan kapal tanker minyak kecil yang berada empat mil dari Pulau Kharg pada Selasa.

Harga minyak telah naik lebih dari 8% sepanjang September seiring dengan aksi saling serang militer antara AS dan Iran untuk pertama kalinya sejak Juli. Konflik meluas pekan ini setelah kelompok militan sekutu Iran di Yaman menyerang sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi, yang memaksa penghentian sementara sebagian operasi.

Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan militan Houthi menargetkan aset-aset ekonomi di kota Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Lebih dari 70 warga sipil terluka akibat serangan tersebut.

Kementerian Energi Saudi dalam sebuah pernyataan menyebutkan serangan itu menyebabkan kebakaran di beberapa fasilitas energi dan mengakibatkan penghentian operasional sementara. Layanan darurat sedang berupaya memadamkan api di lokasi-lokasi tersebut serta menilai tingkat kerusakan, tambah negara pengekspor minyak terbesar di dunia itu.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |