BPS: Sektor Pertanian Terbanyak Serap Tenaga Kerja

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada beberapa sektor lapangan usaha yang mengalami penambahan tenaga kerja paling banyak per Mei 2026. Sektor pertanian mencatat persentase distribusi tenaga kerja paling besar, sedangkan sektor akomodasi dan makan minum mengalami penambahan tenaga kerja terbanyak.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud menjelaskan capaian tersebut ditampung per Mei 2026. Adapun, data BPS mencatat, ada 148,19 juta orang penduduk kategori bekerja di Indonesia.

"Pada bulan Mei tahun 2026 tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan besar dan eceran serta industri," kata Edy dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Terlihat distribusi bekerja per Mei 2026 di berbagai sektor. Tiga paling tinggi yakni Pertanian dengan 28,75%, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 17,8%, dan industri dengan 13,63%.

Sementara itu, dilihat dari jumlah penambahan tenaga kerja, sektor akomodasi dan makan minum menjadi yang paling banyak bertambah. Jumlahnya mencapai 195 ribu orang masuk sektor ini pada rentang Februari-Mei 2026. Sektor pertanian bertambah 106 ribu orang.

"Lapangan usaha akomodasi dan makan-minum mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja terbanyak yaitu sebesar 195 ribu orang kemudian disusul dengan transportasi dan penyimpanan sebesar 121 ribu orang," jelas dia.

37 Persen Pekerja Merupakan Buruh

Edy mencatat penduduk bekerja menurut status pekerja pada Mei 2026 ini dari sebanyak 148,19 juta orang. Penduduk yang bekerja sebesar 37,09 % di antaranya berstatus buruh, karyawan atau pegawai.

"Dibandingkan dengan Februari 2026 penduduk bekerja berstatus perusahaan sendiri mengalami penambahan terbanyak yaitu sebesar 1,38 juta orang," katanya.

"Sedangkan jumlah penduduk bekerja dengan status pekerja keluarga berkurang sekitar 1,01 juta orang. Sementara itu proporsi pekerja informal per Mei 2026 mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan Februari 2026 menjadi sekitar 59,30 % dari total penduduk yang bekerja," imbuh Edy.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |