Rupiah Ditutup Nyaris Sentuh 17.700, Konflik Asia Barat Membebani

2 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa, (15/9/2026). Analis menilai, tekanan rupiah dibayangi konflik geopolitik di Asia Barat.

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 25 poin atau 0,14% menjadi 17.694 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 17.669 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak melemah ke level 17.687 per dolar AS dari sebelumnya 17.635 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menuturkan, tekanan rupiah dibayangi konflik geopolitik di Asia Barat.

"Kelompok Houthi (Ansarullah) di Yaman melancarkan serangan lanjutan terhadap Arab Saudi pada Senin, 14 September 2026, sembari memperkuat posisi mereka di titik-titik strategis di sepanjang Laut Merah," kata dia dikutip dari Antara.

Posisi-posisi tersebut juga dianggap memungkinkan kelompok itu melancarkan lebih banyak serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab, sehingga mengancam pasokan minyak di kawasan sekitar.

Setelah Ansarullah Yaman melumpuhkan operasional pipa minyak lintas-negara (timur-barat) milik Riyadh pada pekan lalu, para analis memperkirakan, perkembangan ini dapat mengganggu tambahan 4-5 persen dari pasokan global.

Sentimen lain berasal dari penundaan pembicaraan mengenai Selat Hormuz antara Iran dengan AS. Begitu pula penundaan pertemuan antara Oman, Iran, dan negara-negara Teluk untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Presiden AS Donald Trump pada hari Senin, 14 September 2026 kembali melontarkan klaim yang sering ia sampaikan bahwa Iran sedang mengupayakan kesepakatan damai. Namun, Teheran membantah klaim Trump tersebut dan menyatakan bahwa tidak akan ada pembicaraan sampai syarat-syarat mereka dipenuhi, terutama tuntutan agar AS mematuhi ketentuan gencatan senjata bulan Juni yang kini sudah tidak berlaku lagi," ungkap Ibrahim.

Kenaikan angka Consumer Price Index (CPI) AS Agustus 2026 turut memberikan sentimen terhadap rupiah, menimbang pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 89% untuk kenaikan suku bunga, naik dari sekitar 59,4% pada pekan sebelumnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |