AS Sanksi Bank Rusia karena Bantu Iran, China Ikut Terancam

7 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada Senin waktu setempat (14/9/2026) menjatuhkan sanksi kepada bank asal Rusia, VTB, karena dinilai telah menghambat isolasi ekonomi terhadap Iran dengan membantunya mengakses sistem keuangan internasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah mengumumkan bahwa sebuah "bank besar" akan dikenai sanksi. Langkah ini menjadi hukuman terbaru dalam Operation Economic Outcast—strategi pemerintahan Donald Trump untuk menekan ekonomi Iran tanpa melibatkan kekuatan militer.

Dikutip dari CNBC, Selasa (15/9/2026), sanksi terhadap VTB Bank Public Joint Stock Company diberikan karena bank tersebut diduga membantu Iran menghindari sanksi melalui pembentukan hubungan koresponden dengan bank-bank Iran. Hubungan ini memungkinkan Iran menggunakan layanan VTB untuk tetap mengakses sistem keuangan internasional.

Departemen Keuangan AS memperkirakan sanksi tersebut akan memblokir dana senilai puluhan juta dolar. Hal ini makin memperkuat posisi VTB sebagai salah satu lembaga keuangan yang paling banyak menerima sanksi di dunia.

"Dalam Operation Economic Outcast, Departemen Keuangan akan terus menargetkan dan mengganggu pihak-pihak yang memberikan dukungan material, teknologi, maupun keuangan yang memungkinkan rezim Iran mempertahankan aktivitas terorisnya," kata Bessent.

Ia menambahkan, "Departemen Keuangan tidak akan menoleransi dukungan apa pun terhadap rezim tersebut dan akan terus mengidentifikasi, mengungkap, serta mengisolasi pihak-pihak yang memungkinkan Iran menjalankan aktivitasnya."

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian sanksi yang digulirkan pemerintahan Trump sejak bulan lalu, ketika "economic D-Day" dirancang demi melumpuhkan perekonomian Iran di tingkat global.

"Kami masih mencoba memahami dampaknya," kata Kepala Kebijakan dan Politik AS Wolfe Research, Tobin Marcus, kepada CNBC terkait besarnya dampak nyata dari sanksi tersebut.

Marcus menilai VTB sebenarnya sudah menghadapi sanksi yang sangat berat meskipun berstatus sebagai bank terbesar kedua di Rusia. Oleh karena itu, dampak akhirnya akan sangat bergantung pada rincian penerapannya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |