Pendiri Induk TikTok Zhang Yiming Menjadi Orang Terkaya di Asia

6 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha di balik TikTok dan Douyin yakni Zhang Yiming kini menjadi orang terkaya di Asia. Ia menjadi orang terkaya Asia dan berada di posisi puncak berkat artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat, (18/9/2026), pendiri ByteDance (perusahaan induk TikTok) Zhang Yiming baru saja melampaui orang kaya India Gautam Adani sebagai orang terkaya di Asia. Kekayaan bersih Adani tercatat US$ 104,8 miliar atau Rp 1.860 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.750), menurut Bloomberg.

Terlepas dari hambatan regulasi yang nyaris menghentikan operasional salah satu aplikasi paling populernya di Amerika Serikat (AS) yakni TikTok. Kekayaan Zhang Yiming melonjak hingga mencapai US$ 105,5 miliar atau Rp 1.872 triliun.

Zhang, yang memiliki sekitar 21% saham perusahaannya, mencatat lonjakan kekayaan bersih sebesar US$ 12 miliar atau Rp 213 triliun hanya dalam bulan ini menyusul penilaian (valuasi) baru dari BlackRock dan Fidelity.

Kini, kekayaannya hampir delapan kali lipat lebih besar dibandingkan US$ 13 miliar yang dimilikinya pada tahun 2019, saat Bloomberg pertama kali mulai memantau kekayaan bersihnya. AI pun menjadi salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan kekayaan tersebut.

Bagaimana AI membantu pendiri TikTok menjadi semakin kaya: 'Dia mengambil langkah yang tepat'

Miliarder asal China ini berhasil meraih keuntungan dari tren pesat AI dengan mengambil langkah besar di saat yang tepat.

Zhang mengembangkan teknologi AI ByteDance di tengah ketegangan hubungan antara AS dan TikTok. Laporan Bloomberg menyebutkan perusahaan dapat memanfaatkan data dari aplikasi media sosialnya untuk melatih model AI mereka. Produk-produk teknologi canggih ini bisa jadi merupakan mesin pertumbuhan terbesar bagi bisnis tersebut, melampaui kesuksesan platform videonya yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif harian di TikTok serta ratusan juta pengguna di Douyin.

"Dia mengambil langkah yang tepat," ujar kepala analis di perusahaan riset Omdia, Lian Jye Su kepada Bloomberg dikutip dari Yahoo Finance.

"Dia tetap konsisten pada jalurnya dan terus meningkatkan investasi di bidang AI secara signifikan,” ia menambahkan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |