Bahlil Bakal Impor Minyak Mentah dengan Harga Murah

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, pertimbangan impor minyak mentah dari luar negeri. Harga jual yang lebih murah menjadi salah satu aspek pertimbangannya.

Bahlil mengaku tidak condong pada negara tertentu penghasil minyak bumi saja. Selain ketersediaan, aspek keekonomian juga menjadi perhatian pemerintah.

"Pemerintah Indonesia akan selalu berpikir, bertindak hati-hati dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan asas-asas keekonomian. Di samping kepastian juga asas keekonomian, artinya barang ada itu penting, tapi juga harus ekonomis," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (18/9/2026).

Indonesia masih perlu mengimpor minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi konsumsi nasional sebanyak 1,6 juta barel per hari. Seiring dengan kebutuhan yang cukup banyak itu, Bahlil tak ingin impor minyak mentah yang dilakukan menambah beban APBN.

"Sehingga tidak membebankan APBN kita atau tidak membebankan rakyat kita terhadap nilai daripada apa yang kita akan beli. Kita cari yang terbaik, kita cari yang lebih murah, mana, itu yang kita akan beli," jelas dia.

Bahlil juga memastikan kecukupan minyak mentah untuk kebutuhan Tanah Air, termasuk pemenuhan atas impor dari Rusia. "Saya menyampaikan bahwa ketersediaan untuk crude kita insyaallah aman, termasuk bagian daripada Rusia, nanti yang teknis lainnya dari Rusia saya akan menjelaskan pada waktu yang tepat," urainya.

Lebih Murah dari Minyak Mentah Afrika

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan pemerintah mendatangkan minyak mentah dari Rusia. Pertimbangan harga menjadi salah satu alasannya.

Bahlil menyadari pentingnya menjaga ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik global. Namun, ada pertimbangan daru sisi harga. Dia sempat mendapat lampu hijau, minyak dari negara Afrika bisa diimpor, tapi harganya disebut lebih mahal.

"Nah, kita mencari formulasi, kemudian kita mengalihkan (impor) crude kita, dari Middle East ke beberapa negara lain, di Afrika, di Angola, di mana-mana kita cari. Itu sudah clear, nah, yang menjadi masalah adalah harga," ujar Bahlil dalam InTechSEA 2026, di Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |