Harga Minyak Naik di Tengah Ketidakpastian Konflik Iran

16 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia merangkak naik dalam perdagangan yang volatil pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta). Pergerakan ini terjadi seiring fokus pasar yang tertuju pada perkembangan konflik Iran, di mana Teheran tengah meninjau draf kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan perang.

Dikutip dari CNBC, Rabu (3/6/2026), harga minyak mentah berjangka Brent naik sekitar 1% dan ditutup pada level US$96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak hampir 2% ke posisi US$93,76 per barel. Padahal di awal sesi, kedua kontrak tersebut sempat melemah hingga lebih dari US$2.

Dengan kenaikan ini, kedua acuan harga minyak mentah tersebut berada di jalur menuju level penutupan tertinggi mereka sejak 26 Mei lalu.

Negosiasi Gencatan Senjata dan Kebuntuan Selat Hormuz

Media lokal Iran melaporkan bahwa Teheran sedang meninjau proposal perjanjian dengan AS untuk menghentikan perang. Meski demikian, pihak Iran dikabarkan belum berkomunikasi lagi dengan Washington dalam beberapa hari terakhir, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung.

Lebih dari tiga bulan sejak AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran, konflik kini berubah menjadi jalan buntu (stalemate) dengan Selat Hormuz yang sebagian besar wilayahnya masih ditutup.

Dampak dari penutupan ini sangat signifikan terhadap pasar energi global:

  • Pasokan Tercekik: Iran secara efektif menghentikan sebagian besar pelayaran non-Iran yang keluar-masuk kawasan Teluk sejak perang dimulai.
  • Aliran Energi Terganggu: Blokade ini memutus sekitar seperlima dari aliran minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global.
  • Lonjakan Harga: Harga minyak dunia telah terdorong naik hingga 50% atau lebih sejak awal konflik.

Babak Baru Diplomasi dan Konflik Regional

Di sisi lain, AS juga mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Pasar minyak terus bergejolak hebat di tengah pernyataan yang saling bertentangan dari Gedung Putih dan Iran, serta antara Trump dan Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu," tulis Analis Ritterbusch and Associates.

"Masih banyak dinamika dalam drama ini. Namun pada akhirnya, pembukaan kembali Selat Hormuz secara signifikan tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat jika dibandingkan dengan kondisi beberapa bulan lalu." lanjut Analis tersebut.

Pada hari Senin, Trump sempat menyatakan bahwa negosiasi terus berjalan dan draf kesepakatan kemungkinan akan tercapai minggu depan demi memperpanjang gencatan senjata yang disepakati April lalu, sekaligus membuka kembali selat strategis tersebut.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa Iran telah setuju untuk merundingkan beberapa aspek program nuklirnya yang sebelumnya selalu mereka tolak. Namun, Rubio menegaskan hal itu bukan jaminan bahwa negosiasi pasti akan membuahkan hasil.

Ancaman Krisis Stok Minyak Global

Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menyebutkan bahwa pertukaran pesan terkait draf kesepakatan atau nota kesepahaman (MoU) tersebut terhenti sejak beberapa hari lalu. Pesan terakhir yang dikirimkan adalah "pesan tegas" Iran terkait Lebanon, di mana Iran menuntut penghentian agresi Israel terhadap sekutu mereka, Hezbollah.

Sementara itu, Israel terpantau tetap melanjutkan serangan ke Lebanon selatan, sehari setelah Trump meminta Netanyahu untuk tidak menyerang Beirut guna menghindari eskalasi perang yang lebih luas.

Kepala divisi industri dan pasar minyak di Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa persediaan minyak global bisa merosot ke tingkat kritis atau rekor terendah dalam sejarah tepat sebelum puncak periode permintaan musim panas (summer peak demand), jika pengurangan stok terus berlanjut dengan kecepatan saat ini.

Di Amerika Serikat, para pelaku pasar minyak kini tengah menanti laporan penyimpanan mingguan dari American Petroleum Institute (API) dan data resmi dari U.S. Energy Information Administration (EIA).

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |