Dari Daging Buah Pala yang Terbuang, KWT Bina Tani Mysari Sulap Jadi Cuan Berkat BRI Peduli

3 hours ago 2

Transformasi terbesar dalam proses produksi KWT Bina Tani Mysari dirasakan langsung setelah turunnya bantuan peralatan berteknologi dari BRI. Kehadiran mesin-mesin modern ini memangkas waktu produksi yang sebelumnya memakan waktu lama secara manual. Nurhasanah mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kami mendapat peralatan lengkap yang diturunkan oleh BRI, mulai dari mesin pengupas pala, mesin parut, mesin pencacah, hingga mesin pengering. Sekarang dikerjakan dengan sangat cepat dan kami bisa menghasilkan lebih banyak produk lagi,” kata Nurhasanah.

Para anggota kelompok dan tenaga pemasaran merasakan betul efisiensi yang tercipta di dapur produksi. Anggota KWT, Anisa, menuturkan perubahan drastis dalam ritme kerja harian serta peningkatan pendapatan yang ia rasakan.

“Tadinya produksi seminggu sekali, jadi sekarang alhamdulillah lebih sering. Menambah pendapatan juga untuk saya yang sudah berkeluarga. Alhamdulillah sangat terbantu ya, dari sebelumnya manual harus pakai pisau dan butuh waktu 4 sampai 5 jam untuk produksi di atas 40 kilo, sekarang jadi jauh lebih cepat,” kata Anisa.

Semangat juang para perempuan di kelompok ini juga diapresiasi oleh manajemen yang mendampingi perjalanan bisnis dari dekat. Marketing Mysari Pala, Aulia, menilai bahwa inisiatif ini memberikan dampak sosial yang luas bagi kaum hawa di daerahnya.

“Dapur Mysari ini selain bisa mengolah produk yang lebih banyak dan lebih dikenal lagi, bisa juga lebih memberdayakan terutama perempuan di wilayah,” ucap Aulia.

Melalui sinergi yang kuat bersama program pemberdayaan BRI, KWT Bina Tani Mysari Pala tidak hanya sukses mengangkat nilai ekonomis komoditas lokal, tetapi juga berhasil menjadi organisasi penggerak kemandirian finansial bagi para perempuan dan keluarga di lingkungan sekitar. Nurhasanah menutup kisahnya dengan sebuah motivasi.

“Mari tetap berdaya, terus berinovasi, jangan mudah menyerah, manfaatkan apa yang ada di sekitar kita,” kata Nurhasanah.

Melalui ketekunan merintis pengolahan limbah buah pala serta dukungan nyata dari program pemberdayaan BRI mulai dari pelatihan digital, penguatan kelembagaan, hingga modernisasi mesin produksi KWT Bina Tani Mysari berhasil mentransformasi usaha lokal menjadi organisasi penggerak ekonomi keluarga.

Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa sinergi yang kuat mampu mengangkat kesejahteraan perempuan di akar rumput sekaligus membawa produk-produk bernilai tambah menembus pasar yang lebih luas.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |