Top 3: Pemerintah Prioritaskan Insentif Mobil Listrik untuk Merek Nasional

21 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kepada mobil merek nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus mendorong pengembangan mobil nasional.

“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) dikutip dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026.

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap secara rinci skema insentif yang akan diterapkan. Agus juga belum menjelaskan apakah insentif tetap dapat diberikan kepada produsen kendaraan listrik yang telah beroperasi dan melakukan produksi di Indonesia.

Definisi mobil merek nasional juga belum diperinci. Belum diketahui apakah kategori tersebut hanya merujuk pada merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau dapat mencakup kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi yang diproduksi di Tanah Air.

Selain itu, pemerintah belum memastikan apakah insentif nantinya hanya menyasar mobil merek nasional atau tetap dapat dinikmati merek asing yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia. Waktu pengumuman skema insentif juga belum disampaikan.

Artikel Pemerintah Prioritaskan Insentif Mobil Listrik untuk Merek Nasional menyita perhatian di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Jumat, (31/7/2026):

1. Pemerintah Prioritaskan Insentif Mobil Listrik untuk Merek Nasional

Pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kepada mobil merek nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri sekaligus mendorong pengembangan mobil nasional.

“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) dikutip dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026.

Meski demikian, pemerintah belum mengungkap secara rinci skema insentif yang akan diterapkan. Agus juga belum menjelaskan apakah insentif tetap dapat diberikan kepada produsen kendaraan listrik yang telah beroperasi dan melakukan produksi di Indonesia.

Definisi mobil merek nasional juga belum diperinci. Belum diketahui apakah kategori tersebut hanya merujuk pada merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau dapat mencakup kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi yang diproduksi di Tanah Air.

Selain itu, pemerintah belum memastikan apakah insentif nantinya hanya menyasar mobil merek nasional atau tetap dapat dinikmati merek asing yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia. Waktu pengumuman skema insentif juga belum disampaikan.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Power Bank Penumpang Percikan Api, Batik Air Investigasi Penyebabnya

Batik Air memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi selamat setelah sebuah power bank milik penumpang mengeluarkan asap disertai percikan api pada penerbangan ID-6143 rute Makassar–Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Insiden tersebut terjadi saat pesawat sedang mengudara. Awak kabin yang telah mendapat pelatihan penanganan kondisi darurat langsung menjalankan prosedur keselamatan menggunakan peralatan yang tersedia di pesawat, sehingga situasi dapat segera dikendalikan dengan cepat.

Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa ketentuan mengenai pembawaan dan penggunaan power bank telah diatur secara ketat demi menjaga keselamatan penerbangan.

"Power bank sama sekali tidak diperkenankan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan berlangsung," ujar Danang saat dikonfirmasi, Kamis (30/7/2026).

Berita selengkapnya baca di sini

3. Penataan 13 Ribu Titik MBG Dipercepat, Papua Pegunungan dan NTT Prioritas

Daerah dengan angka stunting tinggi menjadi fokus utama dalam percepatan penataan dan penyelesaian keberlanjutan lebih dari 13.000 titik satuan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa wilayah prioritas seperti Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mendapat penanganan intensif yang ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan.

"Kita bagi dua. Daerah tertinggal yang angka stunting-nya tinggi itu prioritas utama, misalnya Papua Pegunungan dan NTT. Nah, ini akan kita selesaikan dalam sebulan ini," ujar Zulhas usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Kemenko Pangan, dikutip Kamis (30/7/2026).

Langkah penanganan cepat di wilayah rawan stunting ini dilakukan secara paralel dengan pembenahan di wilayah lain. Sementara daerah prioritas dituntaskan dalam sebulan, titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jawa, Sumatra, dan area 3T lainnya membutuhkan waktu evaluasi hingga dua bulan mendatang.

Berita selengkapnya baca di sini

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |