Puluhan Ribu Kapal Asing Ambil Ikan di Laut Indonesia, Prabowo Janji Urus Nelayan Lokal

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan masih banyak kapal asing yang beredar di perairan Indonesia setiap malam. Untuk itu, dia berjanji untuk meningkatkan keberpihakan pada nelayan lokal.

Dia menyebut, ada puluhan ribu kapal asing yang mengambil kekayaan laut Indonesia, termasuk ikan. Dia pun bakal bergerak untuk memproduksi ribuan kapal bagi nelayan-nelayan lokal.

"Puluhan ribu kapal-kapal asing tiap malam berada di laut Indonesia. Puluhan ribu kekayaan laut kita diambil tanpa ada langkah-langkah. Sekarang kita bekerja. Mulai tahun depan kita bangun ribuan kapal-kapal nelayan untuk nelayan-nelayan kita," ucap Prabowo dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Dia mengatakan, kelompok nelayan menjadi salah satu prioritas untuk dibantu oleh pemerintah. Dia pun berjanji akan memerhatikan nelayan setelah 81 tahun Indonesia merdeka.

"Nelayan yang memerlukan bantuan yang tidak pernah dibantu. Selama 81 tahun Indonesia merdeka, kita sekarang akan mengurus nelayan-nelayan Indonesia. Tanah Air kita, yang laut adalah tiga perempat dari negara kita," jelas dia.

Diketahui, beberapa program pemerintah yang berpihak kepada nelayan seperti pengembangan dermaga perikanan hingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Dua Menteri Prabowo Lapor KNMP

Sebelumnya, Prabowo menerima Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, 1 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan pembangunan 100 Kampung Nelayan tahap pertama dan pendistribusian bantuan kapal bagi nelayan.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kedua menteri menghadap Prabowo untuk melaporkan perkembangan sejumlah program pemerintah yang menyasar masyarakat pesisir.

"Keduanya menghadap Presiden untuk melaporkan perkembangan pembangunan 100 pertama Kampung Nelayan serta pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan," kata Teddy dikutip dari siaran pers, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Teddy, pembangunan Kampung Nelayan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak dan produktif.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |