Perusahaan Chip Komputer Ini Tawarkan Bonus Jumbo Buat Karyawan

1 day ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan produsen mesin litografi terbesar asal Belanda, ASML, berencana menawarkan bonus menggiurkan, yang termasuk saham, sebesar 20.000 euro, atau Rp 408,64 juta (asumsi kurs euro terhadap rupiah di kisaran 20.430). Bonus itu diberikan dengan syarat karyawan tetap bekerja di perusahaan tersebut pada 2027-2030.

Melansir CNA, Selasa (21/7/2026), perusahaan tersebut mengonfirmasi rencana yang dipublikasi pertama kali pada Senin, 20 Juli 2026 di koran lokal Belanda, Eindhovens Dagblad.

ASML memaparkan syarat dari pemberian saham yang dimulai pada 1 Januari 2027 ini masih dalam tahap finalisasi, tetapi bonus tersebut akan ditawarkan oleh perusahaan kepada “semua karyawan yang memenuhi syarat.”

Langkah ini adalah yang terbaru di kalangan perusahaan-perusahaan besar di industri semikonduktor seperti Samsung Electronics, TSMC, dan SK Hynix, di mana perusahaan menawarkan karyawan kompensasi saat laba sedang tinggi namun tenaga kerja terampil sedang langka.

Perusahaan terkaya di Eropa menurut kapitalisasi pasar saham ini melaporkan laba bersih sebesar 2,92 miliar euro, atau sekitar Rp 59,6 triliun pada bulan ini. ASML juga mengungkap jajaran produk unggulannya berupa alat litografi untuk pencetakan sirkuit telah terjual habis hingga 2027.

Secara keseluruhan, ASML memiliki 44.500 karyawan global, di mana setengahnya berada di Belanda dan sekitar 8.500 berada di Amerika Serikat.

Kinerja Wall Street

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kembali tertekan yang dipimpin penurunan indeks Nasdaq pada Jumat, 17 Juli 2026. Selama sepekan, wall street juga melemah seiring pelaku pasar mempertimbangkan pergerakan terbaru saham semikonduktor bersamaan dengan laporan kuartalan terbaru.

Mengutip CNBC, Sabtu (18/7/2026), indeks S&P 500 melemah 1,01% menjadi 7.457,69. Indeks Nasdaq terpangkas 1,4% menjadi 25.520,24. Indeks Dow Jones terperosok 406,55 poin atau 0,77% ke posisi 52.146,42.

Selama sepekan, indeks S&P 500 turun 1,6%. Indeks Nasdaq melemah 2,9%, dan indeks Dow Jones tergelincir 0,9%.

The VanEck Semiconductor ETF (SMH) mencatat penurunan mingguan ketiga dalam empat minggu. Pada periode itu, harga emas turun hampir 9%. Semikonduktor terpukul pada awal sesi perdagangan setelah perusahaan rintisan China Moonshot AI meluncurkan model baru yang menurut mereka mempersempit kesenjangan dengan penawaran teratas di Amerika Serikat.

Persaingan dengan China

“Perkembangan terbaru adalah persaingan dari model sumber terbuka di China, yang dilaporkan menyaingi kinerja penawaran terkemuka dari Anthropic dan OpenAI menimbulkan kekhawatiran baru tentang laju pengeluaran teknologi yang tinggi,” ujar Senior Investment Strategist Edward Jones, Angelo Kourkafas.

“Kami melihat tanda-tanda kelelahan, dengan permintaan pengguna akhir untuk AI menjadi lebih sensitive terhadap harga dan pasar mulai menghukum perusahaan yang meningkatkan pengeluaran terlalu agresif,” ia menambahkan.

Ia melihat, volatilitas ini sebagai sinyal tema Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kemungkinan sedang matang daripada mengalami penurunan, yang merupakan bagian sehat dari bagaimana siklus investasi transformatif berkembang.

Selain chip, saham Netflix menjadi yang paling tertinggal pada Jumat. Harga saham Netflix turun lebih dari 7% karena perkiraan perusahaan gagal meredakan kekhawatiran investor mengenai pertumbuhan melambat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |