Pengusaha Mal Bidik Transaksi Rp 38 Triliun Melalui Indonesia Shopping Festival 2026

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (Ketum DPP APPBI) Alphonzus Widjaja menyebut, acara Indonesia Shopping Festival 2026 (ISF 2026) siap digelar mulai 7 hingga 23 Agustus 2026.

Menurut dia, acara ini diselenggarakan oleh tiga asosiasi yaitu Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO), serta Himpunan Retail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPINDO).

"Namun untuk ISF diserahkan koordinatornya adalah APBBI. Kemudian juga acara Indonesia Shopping Festival didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dalam hal ini dengan program BINA. Jadi ISF juga masuk di dalam program BINA," papar dia.

Termasuk juga, lanjut Alphonzus, tentunya juga didukung oleh Kementerian Perdagangan dan juga Kementerian Perwisata. Karena, kata dia, gelaran ISF 2026 juga berlangsung saat libur panjang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus.

"Jadi Kementerian Pariwisata juga akan mendukung program acara. Kemudian juga organisasi asosiasi KADIN tentunya sebagai induk dari asosiasi di Indonesia," terang Alphonzus.

Alphonzus juga menyatakan adanya dukungan dari Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi B.S. Sukamdani yang turut hadir dalam konferensi pers hari ini.

"Sebagai bentuk nyata dukungan dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia terkait dengan wisata belanja dan Indonesia Social Diversify, diharapkan bisa mendorong wisata belanja, khususnya domestik begitu karena adalah hari libur menjelang 17 Agustus," papar dia.

Target Raih Pendapatan Rp 38 Triliun

Menurut Alphonzus, strategi khususnya yaitu dengan menambahkan adanya hadiah-hadiah. Sehingga, kata dia, raihan hadiah bisa menarik minat masyarakat untuk berbelanja.

"Kami juga memberikan tambahan hadiah-hadiah. Hadiah utamanya adalah mobil listrik, dimaksudkan juga untuk memastikan bahwa betul-betul masyarakat didorong secara maksimal untuk berbelanja agar target pertumbuhan ekonomi kita bisa tercapai jangan sampai kurang dari 5 persen," papar dia.

"Karena kenapa, saya kira kalau sampai pertumbuhan ekonomi ini tidak tercapai, akan semakin menyulitkan kondisi kita begitu, salah satu yang bisa didorong dengan cepat itu adalah tentunya konsumsi masyarakat," Alphonzus menambahkan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |